Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Pentingnya Orang Tua Mengetahui Perkembangan Anak

9/12/2019 Add Comment
pentingnya-orang-tua-mengetahui-perkembangan-anak-jurnal-kehidupan

Sebagai orang tua, tentunya kita akan merasa bahagia jika tumbuh kembang anak berjalan dengan baik tanpa hambatan apapun. Orang tua patut merasa cemas dan khawatir jika perkembangan dan pertumbuhan anak tidak berjalan dengan semestinya. Walaupun perkembangan anak berbeda antara yang satu dengan yang lain, namun seharusnya orang tua mempunyai "jam biologis" dalam memprediksikan perkembangan anak.

Kekhawatiran orang tua bukannya tanpa sebab ketika perkembangan anak mengalami hambatan. Hal ini karena usia lahir sampai memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan dalam rentang kehidupan manusia yang tidak bisa terulang. Masa ini merupakan masa yang paling tepat untuk meletakkan dasar-dasar perkembangan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, emosional-sosial, kreativitas, moral, dan seni. Dengan demikian, upaya pengembangan seluruh potensi anak harus dimulai pada usia dini supaya pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai dengan maksimal.

Perkembangan anak berlangsung secara bertahap, dengan harapan dapat meningkat baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Walaupun setiap anak adalah unik, karena perkembangan setiap anak berbeda yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, namun demikian perkembangan anak tetap mengikuti pola yang umum.

Agar anak mencapai perkembangan yang optimal, dibutuhkan peran serta orang tua dan orang dewasa disekitar anak untuk memberikan rangsangan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.



Referensi : 
Novi Mulyani, Perkembangan Dasar Anak Usia Dini


Grow up Together

8/08/2019 Add Comment
grow-up-together-jurnal-kehidupan

Perkembangan anak sangat penting diperhatikan oleh orangtuanya. Orang tua tidak hanya memberikan kebutuhan jasmani saja, tetapi juga memberikan kebutuhan rohani juga. Pertumbuhan anak tergantung oleh lingkungan hidup anak. yang termasuk lingkungan hidup yang pertama adalah keluarga, anak akan merekam dan meniru perilaku yang ia lihat. Ketika orang tua memberi contoh baik maka anak akan berperilaku baik, apabila orang tua berperilaku tidak baik maka anak juga akan meniru perilaku yang tidak baik. Karena pada dasarnya anak belum dapat membedakan mana baik dan buruk. Selain keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, teman sebaya juga sangat berpanguh pada tumbuh kembang anak.

Ketika kita mengetahui bahwa anak kita berbeda dengan anak lain, kita harus dapat memberikan pengertian dan perhatian yang lebih. Anak akan lebih mudah memahami ketika orang tua tidak memberikan tindakan yang keras untuk anak. Tindakan yang keras yang diberikan orang tua kepada anak akan berdampak pada mental anak kedepannya. Anak akan cenderung exstrovert atau introvert. Ketika anak memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert maka orang tua akan sulit menghadapinya dan harus dibimbing oleh psikolog.

Maka dari itu, berilah pelajaran yang baik pada anak terutama pada usia golden age.

Kepribadian Manusia

7/24/2019 Add Comment

kepribadian-manusia-jurnal-kehidupan


Setiap manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda, bahkan kembar identik pun pasti punya pemikiran yang berbeda. Allah menciptakan manusia itu berbeda-beda dengan fungsi agar manusia saling menghargai, menghormati selain itu juga agar dapat menyempurnakan kekurangan ataupun kelebihan dari setiap manusia.

Manusia hidup berdampingan satu sama lain, termasuk hubungan sosial antara perempuan dan laki-laki. Hubungan sosial yang baik akan menciptakan lingkungan yang baik pula. Ego pasti ada pada setiap manusia. Sesuai dengan teori Psikoanalisis yang dikembangkan oleh Sigmund Freud bahwasannya kepribadian manusia itu terdiri dari tiga unsur, yaitu: Id, Ego, dan Superego. Ketiga unsur kepribadian ini ada pada diri manusia. Dalam pelaksanaannya ketiga unsur kepribadian tersebut harus seimbang. Jangan sampai kita hanya mementingkan salah satunya saja. Apabila hanya satu unsur kepribadian yang kita pakai, maka tentu akan banyak konsekuensi yang akan kita dapat. Maka dari itu kita harus dapat imbangi unsur kepribadian yang jelas-jelas hanya kita sebagai individu yang dapat merubahnya.