Kau tau tapi tak mau

Megita Rubi 12/16/2017 Add Comment
Dina Putri Maharani | Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati | Tadris IPA Biologi

kau-tau-tapi-tak-mau-jurnal-kehidupan

Kini mereka tercampakkan
Membumi hanguskan yang tersisih
Tak kuasa timbulkan elakan
Melahap semua yang terkasih .

Kian nyawa berserakan
Tapi semua bersandiwara
Tak kuasakah kau tampakan ?
Sorang tokoh dalam kenyataan!

Mulut sorang berbicara iba
Namun, aksi terbata bata
Hingga kini iba sulit tuk tiba
Karena hati itu tak tertata

Kejam!
Semua sibuk dengan perannya .
Menghasilkan senyuman lebam,
Dan Menjajah beribu warni cahaya.

Rabb Mu sungguh Maha terkasih
Memeluk tuan yang tersisih
Menimang puan yang melirih
Maka, Bantulah! Tuk jadi yang terpilih .

Hijrah Diri

Megita Rubi 12/13/2017 Add Comment

hijrah-diri-jurnal-kehidupan

Untukmu yang masih berada di dalam zona kebimbangan

Merasa diri belum mantap untuk berhijrah dengan dalih belum pantas, belum baik dan lain sebagainya

Padahal untuk bersekolah sekalipun kita tidak harus menjadi pandai dulu

Justru karena ikut bersekolah kita ingin menjadi orang yang pandai

Lalu apa bedanya dengan berhijrah?

Bukankah memang dengan berhijrah kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik?


Bersegeralah dalam kebaikan

Karena tidak ada kata terlambat untuk berubah, yang ada hanya menunda-nunda apa yang seharusnya  dilakukan

Mulailah dengan satu langkah awal dan berjalanlah bersama dengan sahabat-sahabat surga

Karena seribu langkah tidak akan pernah tercipta tanpa satu langkah awal yang pasti

Tenanglah, Allah selalu bersama kita

Berteman dengan cinta

12/06/2017 Add Comment
berteman-dengan-cinta-jurnal-kehidupan

Gemericik air sungai terdengar begitu keras, di pinggiran hutan berdiri pohon-pohon pinus tinggi menjulang ke langit. Suara serangga tak ingin kalah dari gemerecik air, sesekali lebih keras menandakan mereka ada di hutan ini.

“hei teman-teman tunggu aku”. Dude si ulat menyapa teman-temannya. Mereka hendak mengunjungi rumah Ibang, serangga baru yang tinggal di hutan ini.

“kau ini lambat sekali, tubuh gemukmu itu tidak berguna ya!” ungkap temannya bersahut dengan suara tawa kawanannya.

“ah tuhan, kenapa kau ciptakan aku sebagai ulat menjijikan ini! Kau tak cinta aku?” tersayatlah hati Dude hingga ia bergumam demikian.

Perjalanan cukup lama untuk sampai ke pohon pinus tempat Ibang tinggal, terlebih bagi Dude yang bermasalah dengan berat badannya. Awan mulai mendung, matahari tak tampak lagi, hingga kawanan serangga memutuskan untuk bergegas mempercepat perjalanan. Sebagian dari mereka terbang dengan sayapnya, sebagian yang lain dengan kemampuan terbaiknya, seperti Aba sang laba-laba yang memanfaatkan jaringnya.

“tunggu dulu, bagaimana denganku?” Dude kembali berkeluh, seakan suaranya tak pernah dianggap.

“berusahalah, bukankah kakimu banyak? seharusnya kau bisa berjalan lebih cepat” ujar Aba si laba-laba sembari meninggalkan Dude.

Malang nasib Dude, hingga hujan lebat menghampirinya. Deras air hujan menghantam badan gemuknya hingga terbawalah oleh arus yang cukup kuat

“ya tuhan tolong aku” di tengah keputus asaannya Dude masih menyandarkan nasibnya pada tuhan semesta alam.

Dude tak sadarkan diri, tetiba dia tersangkut di atas daun hijau yang terbawa air hujan ke arah utara. Tubuhnya lunglai tak lagi semangat, seolah mati rasa atas penderitaan hidupnya. Disisi lain kawanan serangga yang meninggalkan Dude telah sampai pada pohon pinus tempat Ibang tinggal.

“wah elok sekali tubuhmu, kau juga terlihat begitu kuat”. Aba terpukau dengan sosok Ibang si kumbang hercules.

“iya dong, tubuh yang maco serta corak warna yang indah sudah menjadi identitas kami sebagai kumbang hercules”. Jawab Ibang dengan angkuhnya.

“Hmm, boleh aku merasakan tanduk kuatmu? Dan mengelus corak indah tubuhmu?” Pinta Aba.

“Silahkan.” Jawab Ibang singkat.

Begitu Ibang memberi ijin, kawanan serangga berebut untuk menyentuh bagian indah tubuh sang kumbang hercules itu. Mereka berdesakan ingin merasakan betapa beruntungnya Ibang dengan tubuh eloknya, tak sedikit dari mereka yang malah bertengkar dengan sesamanya sebab tak di beri kesempatan untuk menyentuh tanduk Ibang. Peristiwa itu berlangsung cukup lama hingga hujan mulai mereda.

“hai teman-teman, maaf aku sedikit terlambat” Tutur Dude dengan nafas terengah-engah.

Suasana menjadi hening, semua mata serangga tertuju pada sosok ulat hijau gemuk yang menjijikan, sungguh jauh berbeda dengan kumbang hercules yang mereka perebutkan dimana kumbang itu elok dan kuat.

“Siapa dia? Apa dia bagian dari kalian?” Ibang menunjuk Dude dengan sombongnya.

“kami tak kenal dia, dia bukan bagian dari kawanan kami”. Aba malu atas kehadiran Dude, begitupun dengan kawanan serangga di sekelilingnya.

“kau begitu gemuk? Lambat? Hijau menjijikan. Seharusnya kau tak datang ke tempat ini, pohon ini tak pantas untukmu. Pergilah!” Ibang mendorong Dude dengan tanduk kuatnya hingga ia terjatuh dari pohon tempat dia berada. Beruntung dude jatuh ke dedaunan pada semak-semak hutan pinus, sehingga dia bisa berusaha sedikit demi sedikit untuk turun ke tanah.

“Apa yang salah dengan diriku? Apakah menjadi ulat itu begitu menjijikan? Andai aku bisa memilih, aku pasti memilih untuk jadi kumbang hercules, bukan ulat hijau, gemuk, dan lambat ini! Ya tuhan, aku menyayangi teman-temanku, ingin rasanya seperti Ibang yang memiliki banyak teman. Tapi kenapa? Kenapa bagiku begitu susah untuk memiliki seorang teman? Kenapa juga kau takdirkan aku sebagai ulat!” Dude kembali menangis, kelopak matanya tak kuat untuk menahan air mata.

Ulat gemuk itu berjalan gontai tak tentu arah, hanya tangisan yang menemani perjalanannya, sesekali dia teringat temannya namun tak lama hatinya kembali tertusuk, terlebih ketika ia mengingat kejadian paling berat yang dihadapinya baru-baru ini. Dia teringat ejekan teman-temannya, ditinggal sendirian berjalan dengan awan yang kian menghitam hingga hujan deras menghantam tubuhnya, tak dianggap oleh kawanannya, dihinakan oleh Ibang, dan didorong hingga terjatuh. Begitu malangnya Dude hingga setiap kali teringat itu dirinya tak henti menangis.

“Mungkin ini tempat yang pas untuk ku melepas penat”. Dude beistirahat di bawah daun yang menggelantung di suatu pohon. Begitu lelahnya hingga dia tertidur pulas.

Namun tak di sangga tidur pulas Dude begitu lama layaknya hewan mengerat berhibernasi pada musim dingin, malam berganti malam tak ubahnya kepingan puzzle yang membentuk sebuah gambar, memberikan kejelasan makna dari teka-tekinya. Tubuhnya menjadi kepompong bergantung pada tulang daun, kian lama kian coklat mengeras begitu dahsyat.

Di tempat lain kawanan serangga berkumpul dengan Ibang si kumbang hercules itu, mereka berterbangan kesana kemari dengan sayapnya yang indah. Tanduknya tertancap gagah menambah keelokan kumbang hercules itu, hingga Ibang menjadi tatapan setiap mata para serangga.

“Ibang awas”. Teriak Aba si laba-laba dengan histeris.

Kumbang hercules yang sombong itu menabrak dahan pohon hingga tubuhnya melesat jatuh ke lumpur hisap.

“tolong aku kawan”. Ibang mengiba.

“cepat tolong dia cepat!”. Aba berteriak memberi komando pada setiap serangga di sekitarnya, namun sungguh malang tak satu pun dari mereka yang mau menolong Ibang. Bukan tidak kasihan tapi karena tak ada yang kuat menarik badan kumbang hercules berbobot besar itu.

“Aa.. tolong..” Ibang terlihat begitu pasrah dengan keadaannya, seperdetik kemudian beberapa bagian tubuhnya hilang ditelan lumpur.

“Ibang pegang ini”. Sosok kupu-kupu indah dengan corak warna memanjakan setiap mata terbang dengan anggun. Kawanan serangga terus terpikat dengan gaya terbangnya, mereka lupa dengan kondisi Ibang, matanya tak berkedip sedikitpun.

“Waw indah sekali”. Aba si laba-laba terpukau hebat.

Dengan sayap indahnya, kupu-kupu itu turun menarik tanduk Ibang si kumbang hercules, terlihat begitu berat tubuh Ibang, hingga sesekali tubuh sang kupu-kupu tertarik oleh lumpur. Namun berkat usaha yang begitu keras, dengan tekad yang bulat untuk menyelamatkan temannya ini, kupu-kupu berhasil menarik Ibang. Ibang dan kupu-kupu itu terpental, sayapnya sedikit demi sedikit menahan arus angin agar bisa menstabilkan keadaan, dengan begitu mereka berdua selamat dari bahaya lumpur hisap.

“Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa mengenalku?” tanya Ibang penuh heran.

“Kau temanku, kau bagian dari hidupku. Aku adalah dude, temanmu”. Jawab sang kupu-kupu dengan lugas serta rendah hati.

Mendengar jawaban sang kupu-kupu Ibang langsung menangis haru, dia begitu menyesal telah mendorong Dude sampai jatuh. Namun yang dia lihat hari ini sungguh luar biasa, ulat gemuk, hijau, lambat, dan menjijikan itu berubah menjadi malaikat penolong hidupnya dengan sayap indah, dan tubuh yang cantik, serta tak ada kesombongan sedikitpun darinya. Itulah yang membuat Ibang menangis.

“Dud, aku sungguh minta maaf atas perlakuanku terhadapmu, atas kesombonganku, dan atas apa yang kawananmu lakukan. Sekali lagi aku minta maaf!” Ibang tertunduk malu, air matanya tak bisa dicekal, sesekali keluar dari kelopak mata yang tak bisa membendungnya.

“Ah tak perlu lah kau minta maaf, bukankah teman sudah selayaknya saling tolong-menolong? Lagi pula aku yakin ini adalah takdir tuhan yang telah di gariskan padaku. Jadi, ketika engkau dihadapkan dengan berbagai kesulitan, diterpa berbagai rintangan, diuji dengan bermacam halangan, yakinlah di ujung sana ada pertolongan tuhan yang menantimu, kau tak perlu putus asa, tapi sandarkanlah keluh-kesahmu pada-Nya, sebab Dia begitu memahami kondisi makhluknya. Tak perlu juga kita sesali keadaan kita, sejatinya kita adalah yang terbaik, walau belum bisa menjadi yang terbaik bagi orang lain, setidaknya kita bisa menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri. Kelak tuhan akan tinggikan derajat kita.” Ungkap Dude masih dengan kerendahan hatinya.

“Kau begitu hebat dud, hatimu sungguh mulia”. Ibang menangis memeluk sahabat yang telah menyelamatkannya, lalu berebutlah serangga-serangga yang di pimpin oleh Aba si laba-laba saling meminta maaf pada Dude, hingga akhirnya hutan pinus yang dingin itu menjadi saksi bisu persahabatan para kawanan serangga ini.

Tak ada Daya

12/04/2017 Add Comment
tak-ada-daya-jurnal-kehidupan


Apalah daya, ketika seorang anak berdusta pada orang tuanya. ketika anak itu sadar dia hanya bisa meratapi kesalahannya dengan sebuah tangisan yang meminta ampunan kepada sang pencipta agar dapat memaafkan dosa dirinya.

Ketika anak itu mengingat bayangan wajah ibunya, air matanya seakan sungai yang tumpah tanpa penghalang. kesalahan yang amat begitu dalam. tidak akan bisa dimaafkan walaupun oleh dirinya sendiri. 

Dia merasa hidup dipenuhi oleh beban yang sangat berat sekali, saking beratnya ia juga tak bisa menampung semuanya. lelah letih kedua orang tuanya seakan tidak ada artinya ketika syetan penghasut menguasai dirinya. 

Begitu besar pengorbanan orang tua untuk seorang anak. jangan pernah mengabaikan setiap keringat yang dikeluarkan dari pori-pori kulit seorang ibu dan ayah. karena penyesalan akan datang di akhir. penyesalan tak akan membuat kita bahagia. dan setiap aktifitas yang kita lakukan harus dalam keadaan sadar sekadar mungkin. jangan sampai kita menyesal. 

Ambillah pelajaran dari setiap kesalahan.

Karena tak akan ada daya dan upaya jika kita telah sampai di titik penyesalan.

Penjara Suci

11/30/2017 Add Comment
Oleh Tri Mulyani

penjara-suci-jurnal-kehidupan

Penjara suci. Apa itu penjara suci? apa yang terpikirkan oleh kita ketika mendengar kata penjara suci? tempat apakah itu? Ya, penjara suci merupakan julukan dari santri untuk pesantren. Kata penjara suci merupakan tempat yang penuh keberkahan , mengapa? Di dalam suatu tempat yang kita sebut penjara suci, terdapat banyak keindahan keberkahan disana. Tempat ini menjadikan kita laksana insan yang lebih baik. Untuk menjadi laksana insan yang lebih baik, kita harus di celupkan di berbagai proses seperti beribadah, mengaji, ta’dzim, 5 S, dilarang berbuat maksiat, dilarang bertemu dengan yang bukan muhrim, dilarang melanggar peraturan dan banyak larangan yang menghalangi keinginan kita. Tidak heran lagi bagi seorang santri tentang penyakit kulit, ngantuk, ngantri, jenuh, rindu masakan rumah, rindu orang tua, ghosob, nadzoman, dan lain sebagainya. Menurut mereka, “itu adalah hal-hal yang sudah menjadi kehidupan kita”. Hehe.... :D . Berbagai suka nan duka, manis nan pahit harus dijalani, walau lelah nan letih sering meghampiri. Dengan kita melampaui berbagai proses tersebut dengan ikhlas maka insyaallah kita bisa menjadi laksana insan yang mulia karena keberkahan tumbuh di raga ini.

Tempat ini tempat yang penuh keberkahan karena tanpa kita sadari, manis nan pahit kehidupan di pesantren merupakan suatu keberkahan di dalamnya jika kita ikhlas menjalaninya. doa sang kiyai yang begitu derasnya mengalir di raga santrinya, masjid yang menjadi saksi bisu ketaatan jamaahnya, sendal sang kiyai yang begitu harum di ciumnya, rasa ukhuwah persaudaraan yang begitu kompak, ketenangan jiwa lantunan ayat suci al quran yang menghiasi hari-hari, nasihat nasihat yang tertuang setiap hari, sendal yang ikut mendoakan di setiap iringan langkah demi langkah, alunan sholawat yang menenangkan jiwa, berbagai persoalan memacu kemandirian, bekas bibir yang menempel di tangan kiai merupakan sebuah kebanggaan menandakan ketadziman kita kepada beliau, dan masih banyak keberkahan yang tak terhitung. teman percayalah ini semua adalah keberkahan yang luar biasa yang Allah anugerahkan kepada tempat yang begitu suci ini.

Nantikan season selanjutnya...

Ada apa dengan cinta?

11/29/2017 Add Comment
Oleh Ayahku, Maman Sulaeman

ada-apa-dengan-cinta-jurnal-kehidupan


Dalam kubangan sepi hari-hari betapa sunyi melintasi waktu-waktu berlari. Tiada hasrat tanpa gairah. Memendam lalu mengubur perasaan luka yang membekas memang tidak mudah dan tidak mungkin untuk melupakan sepanjang ingatan. Lagi-lagi soal cinta bikin heboh dikalangan remaja yang mulai mengenal cinta. dan memang semua orang pun menginginkan cinta dan dicinta tapi yang perlu diingat dan diwaspadai yang berawal dari situ akan hadir dilema bahagia atau sengsara karena cinta. Derita cinta yang mendera membikin frustasi dan patah hati. Kelam pekat dalam kegelapan tiada kemilau petunjuk jalan berlalu tanpa arah di kegelapaan lantas merana. banyak sudah kisah kasih yang cintanya tak kesampaian yang menyebabkan tragis yang berkepanjangan. Ribuan bahkan jutaan orang terperdaya karena frustasi. Orang bercinta punya kebahagiaan tersendiri, hati selalu bahagia berbunga-bunga katanya mirip adam dan hawa ketika di surga.

Tapi sungguh tragis bila orang putus cinta tentu akan timbul dilema yang sangat berat, dan bertolak belakang dari yang diharapkan. Itu biasanya akan membawa perubahan kepada fisik. Kalau tidur tiada lelap, makan terasa sekam, minum terasa duri, hitam dikatakan putih, lalu putih dikatakan hitam, lantas untuk apa hidup kalau terus menerus memamah-mengunyah buah duri derita cinta dan mabuknya pun akan memuntahkan segala isi kekecewaan dan memburalakan segala ungkapan. Derita demi derita kemana pergi membawa luka, luka dari liku-liku perjalanan cinta, dalam keputusasaan lebih baik tak laku-laku ketimbang hidup menderita karena cinta. Dalam renungan panjang tentunya akan timbul buah dari pemikiran dan banyak pertanyaan. Adanya pemikiran yang tertumpu dan terarah soal cinta kasih pada awalnya.

Cinta itu kasat mata, lahir dari naluri sejuta rasa. Kehadirannya misteri penuh teka-teki. Tumbuh tanpa disemai subur tanpa dipupuk benih-benih itu akan tumbuh dengan sendirinya, jangan terlalu memanjakan cinta berhalusinasi dengan kemesraan apalagi memfokuskan imajinasi kepada sang kekasih itu akan merusak dan terkikisnya kebenaran secara perlahan.

Sadarlah wahai tutup termos, songkok kumal. Bahwa hidup tidak sendiri ada tiga teman batin yang selalu mengiringi. Nafsu, akal, dan hati sebagai penentu apa yang akan dilakukan. dan pacaran adalah ajakan nafsu yang menggiring ke arah maksiat dan dosa. Jangan menyemai benih dosa sebab kebanyakan dosa akan terjadi kerasnya hati. panjangnya angan-angan menjadikan lupa diri condong akan poya-poya kesenangan dunia, lalu bagaimana konsep hidup sesudah mati? Coba apa persiapannya, Jangan menggunakan aji : "selagi muda gonta-ganti pacar, selagi kaya poya-poya mati masuk surga" itupun kalau bisa, Coba renungkan, yang dilakukan terlalu banyak kesalahan sehingga hidup tidaklah berarti apa-apa dan tidak berguna sama sekali, dari akibat banyaknya dosa yang dilakukan. juga perlu diingatkan siapa kita yang sebenarnya. kita sering melakukan dosa karena kita salah pengabdian dan pada mestinya kita ini abdi Allah bukan abdi nafsu. sekali lagi kita ini abdi Allah bukan abdi nafsu. maka cegahlah nafsu dari segala keinginannya. dan kasmaran itu membangkitkan nafsu paling sulit untuk membendungnya. Cinta bukanlah anugerah, tapi musibah dengan adanya fakta, orang putus cinta sapai sekarat kadal gelojotan nungging-nungging. yang lagi adem dalam bercinta pun tentu lambat laun akan mengalami hal yang sama. berdasarkan hal itu, hindarilah berpacaran dan stop sampai disini! Bagi yang sudah kadong putus cinta, bersabarlah. jangan pasang aksi, cari sensasi, mengada-ada ide gila, sampai mabuk segala, dunia jangan dibikin onar karena ulah.

Tampakan wajahmu dengan keceriaan. artinya jangan menampakan mimik muka kuyu kaya kuya kekenyangan baper. Kendati pun masih tersisa luka karena putus cinta, sebisa mungkin melupakan mantan kekasihmu itu. toh, kita masih bisa mencari hikmah dibalik duka. kalau benci katakan benci. jangan benci tapi rindu, malah nanti persoalannya menambah runyam. Rasanya memang sulit untuk menahan rindu yang menggebu-gebu. ya, karena ada ikatan batin yang melilit di sekujur tubuh dan tak mungkin terlepas begitu saja. dan sebabnya tali pengikat itu kita sendiri yang membuatnya. Kalau kita sadar proses pembuatan tali itu, dimana kita lagi anteng membayangkan wajah si dia dengan halusinasi yang di bubuhi kebahagiaan dan kesenangan maka terjadilah fokus pikiran yang tertuju ke arah sasaran, itu semua tertanda adanya proses tali kekang sebuah ikatan batin. semakin panjang halusinasi, semakin panjang pula ikatan itu. Dengan putusnya pacaran putus pula tali pengekang itu. Putus cinta sangat sakit rasanya, itu resikonya orang pacaran. dan dengan sengaja memutuskan tali percintaan itu merupakan keputusan yang terbaik. Rasa sakit itu akan perlahan-lahan hilang, tergantung perasaan rindu itu hengkang dari keinginan, sebaliknya jangan coba-coba untuk berpacaran kalau nggak mau menahan resikonya. bukan cuma itu, tapi pacaran itu memudahkan melakukan maksiat dan dosa, lalu ada apa dengan cinta? Ambivalency, baper, selagi kita pacaran dan jangan beranggapan bahwa pacaran itu dua hati yang menyatu, tapi dua hati yang saling ketemu, dia-dia, kita-kita!! Wahai tutup termos, peci kumal.

KBIH Al-Hidayah Cirebon : temu kangen alumni KBIH tahun periode 2014-2017

11/27/2017 Add Comment
Jurnal kehidupan - Minggu 26 November 2017, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Hidayah kota Cirebon mengadakan temu kangen alumni Haji dan Umrah periode 2014-2017 bertepat di Hotel Zambrud kota Cirebon. Acara dipandu oleh Ustad Irkham Fahmi selaku Master Ceremonial sekaligus pimpinan mahad Nurul Falah kota Cirebon.

picture1-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture2-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture3-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon

Acara dilanjut dengan memberi santunan kepada anak yatim-piatu, guna menjauhkan sikap prilaku dari kategori yang telah Allah kriteriakan dalam Al-qur'an, yaitu sebagi orang-orang yang merugi karena tidak mengasihi anak yatim.

picture4-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture5-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon

Pertemuan ini juga dihadiri dari berbagai lapisan masyarakat muslim sehingga keterjagaan ukhuwah islam semakin ditingkatkan, khususnya dalam mengahadapi situasi kondisi umat yang hari ini kian banyak fitnah. Namun, seperti yang di ungkapkan MC, perbedaan adalah suatu keniscahyaan yang tidak bisa ditolak, tetapi persatuan harus terus di jaga agar islam semakin kokoh.

Berikut galeri photo dari acara temu Kangen Alumni KBIH tahun periode 2014-2017 :

picture6-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture7-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture8-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture9-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture10-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture11-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture12-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture13-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture14-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture15-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture16-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture17-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture18-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture19-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture20-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture21-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture22-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture23-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture24-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture25-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture26-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture27-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture28-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture29-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture30-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture31-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture32-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture33-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon
picture34-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon picture35-KBIH-Al-Hidayah-Cirebon

Dengan pertemuan ini, maka terhimpunlah jiwa berkarakter islam yang mengedepankan persatuan diatas segala perbedaan. Semoga ibu-bapak haji semua khususnya dapat menjadi haji yang mabrur, peduli anak yatim, dan senantiasa menjaga ukhuwah islam. aamiin ya rabbal'alamin.

Perempuan Mamah

11/27/2017 Add Comment
perempuan-mamah-jurnal-kehidupan

Perempuan didepanku masih saja merapihkan seragam yang ku kenakan untuk pergi ke sekolah. Ia tak pernah bosan mengatakan ini padaku “sayang, kamu itu perempuan mamah, kamu harus tampil cantik dan rapih.” Ucapannya itu selalu terngiang-ngiang hingga aku bosan mendengarkannya. Semua ini membuatku lelah, usiaku kini menginjak 17 tahun. Aku ingin seperti gadis remaja lainnya yang bebas memadukan fashion nya, bebas berteman dengan siapa saja dan tentunya menentukan pilihannya. Namun takdir berkehendak lain, aku terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat menyayangiku dan amat sangat memperhatikanku, ia ingin aku selalu tampil cantik dimata semua orang dari penampilan, teman, bahkan makanan pun ia sangat berhati-hati agar aku tetap cantik. Menurutku sikap mamah kepadaku terlalu berlebihan, gak seharusnya ia seperti ini, aku sudah besar bukan anak kecil lagi.

Singkat cerita, aku dan mamah pergi ke sebuah mall yang lumayan besar di daerahku, disana mamah melihat informasi tentang perlombaan Modeling, tanpa pikir panjang mamah langsung menghubungi kontak person yang tertera dikertas itu dan mendaftarkanku sebagai peserta tanpa meminta persetujuan dariku. Sampai dirumah aku menolak kemauan mamah “Mah, melia gak mau ikut modeling”. Sambil memelukku dan berkata “ini semua demi kebaikanmu sayang, kamu itu anak mamah, kamu harus cantik nak, dan kamu harus ikuti perintah mamah sayang”. Segala protes telah aku lakukan, tapi semuanya zonk tak membuahkan hasil apapun. Sampai akhirnya aku mengikuti perlombaan modeling itu. Sebelumnya aku baik-baik saja, kondisi badanku sehat tapi entah mengapa saat aku jalan diatas cat walk aku terjatuh dan menyenggol tiang lampu yang ada disampingku hingga menghatam kakiku serpihan kaca lampu itu menyerang mataku, seketika itu gelap yang terlihat. 

Keesokan harinya badanku sudah terbujur diatas ranjang rumah sakit, lemas terasa, kedua mataku diselimuti perban dan kakiku di gif. Perlahan aku menggerakan jemariku, tiba-tiba suara mamah terdengar “melia... bangun nak,” aku menyahuti “maaah, sakit mah..” mamah membalasku “iyah nak, sabar sayang, maafkan mamah melia”. 

Sore harinya seorang dokter beserta perawat menghampiri ruangan bangsal utama 2 untuk membuka perban dimataku, senang nya bukan main saat perban yang menempel bak perangko dimataku ini akan dilepas. Dokter itu memberi aba-aba padaku “dalam hitungan ke 3 buka matamu nak, pelan-pelan saja 1... 2... 3... “ aku lantas membuka kan mataku, tapi.. yang kulihat hanya hitam dan hitam tak ada warna selain itu, tanpa sadar aku meneteskan air mata. “Mah, mamah... melia gk bisa liat mamah.” Mamah menangis melihat keadaanku, “mah maafkan melia, melia buta mah.. melia bukan perempuan mamah, melia gak cantik lagi mah”. Aku menangis sejadi-jadinya. Mamah berusaha menenangkanku dan memeluk erat tubuhku. “sayang, jangan bicara begitu nak, melia tetap perempuan mamah, melia tetap cantik nak, maafkan mamah nak yang terlalu terobsesi menginginkan kamu cantik sempurna dan memintamu menuruti semuanya, maafkan mamah nak.” Aku membalas erat pelukan mamah.

Berbulan-bulan, mamah lah yang setia tetap menyayangi dan merawatku tanpa keluh, ia masih tetap memperhatikanku meski sekarang aku tak cantik seperti dulu, dan aku tak bisa apa-apa. Disini aku sadar, bahwa yang nama nya seorang ibu kasih sayang nya tak terhingga sepanjang masa, semua ibu ingin yang terbaik untuk anaknya, seorang ibu tak ingin anak nya terluka meski secuil luka tergores, seorang ibu rela apapun demi anaknya. Ku nyanyikan untukmu mah “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”.

pentingnya waktu

11/27/2017 Add Comment
pentingnya-waktu-jurnal-kehidupan

Ketahuilah sahabat, hidup kita ini tak lepas dari yang namanya waktu, ia selalu mengiri perjalanan hidup kita dan waktu akan terus berjalan, waktu tidak bisa hentikan dengan semaumu apalagi dimundurkan. apakah kamu akan terus diam dengan berjalanya dengan waktu? Apakah kalian sudah memanfaatkan waktu dengan bijak? pertanyakan itu pada pribadi masing-masing!

Ingatlah kawan gunakan waktumu dengan bijak, jangan kau menyesal karnanya, jangan kau sesali waktu yang telah beralalu, bangkit dan tataplah waktu yang akan datang.  

Sebuah Analogi Lucu

Megita Rubi 11/24/2017 Add Comment
sebuah-analogi-lucu-jurnal-kehidupan

Pagi ini gue dapat kabar mengejutkan dari si Galih tentang diskorsingnya si Gilang. Parah, gue sampai gak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih sama omongan si Galih yang adanya cuman buat gue tambah bingung. 

 “Jadi, intinya si Gilang itu kenapa kok bisa sampai diskorsing segala?” tanya gue. 

 “Lo itu kayak gak tau si Gilang aja, Di. Dari lahir kan mulut dia itu gak disekolahin. Dia adu mulut sama ketua OSIS. Sok kritis.” Gue gak langsung merespon omongan si Galih tadi. Yang gue tau, si Gilang itu orangnya emang kritis. Akhirnya tanpa pikir panjang setelah pulang sekolah, gue dan si Galih pergi ke rumah si Gilang. 

Sampai di rumah si Gilang, gue langsung to the point sama dia: Jadi bener, Lang? 

“Iya.” jawab si Gilang singkat. 

 “Coba lo jelasin dari awal, Lang.” pinta gue. 

 “Selama ini.. selama gue duduk di sekolah ini, pendapat gue sebagai siswa itu gak pernah merasa terwakili sama mereka yang menyebut dirinya sebagai ‘perwakilan’. Gue diskorsing karena dianggap melakukan ujaran kebencian! Parah gak tuh? Lo tau kan, persoalan apa yang mengakar di sekolah ini?” 

“Terlalu mempermasalahkan hal yang sebenarnya bukan masalah dan cenderung gak peduli dengan hal yang sebenarnya adalah masalah besar.” jelas gue. 

“Itu maksud gue.” Si Gilang menghela napas panjang. 

“Gue tau, mereka, yang menyebut dirinya sebagai ‘perwakilan’ yang diwadahi sebuah organisasi bernama osis itu cuman menjalankan kewajiban dari pihak sekolah. Tapi tindakannya itu gak mewakili pendapat gue sebagai siswa, Di!” 

“Terus lo bermaksud untuk menyampaikan keresahan lo sebagai siswa atas kebijakan sekolah ke ketua osis?” tanya gue. 

“Singkatnya kayak gitu. Mereka itu terlalu mempermasalahkan cewek-cewek yang kerudungan lebar sementara seperti gak peduli sama anak orang yang udah baligh tapi belum nutup auratnya dengan dalih hak asasi manusia. Bahkan si Anna anak IPA 3, dia ditegur sama ketua osis karena cadarnya. Parah gak tuh?” 

“Serius lo?” 

“Ini bukan waktunya gue becanda, Di. Dan ini terjadi di sekolah kita.” jelas si Gilang. 

Gue gak habis pikir tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan ini jelas diluar nalar gue. Gue gak ngerti. 

“Terus tentang perkumpulan rohis kita, lo pasti tau tentang hal itu kan?” Gue mengangguk. Singkatnya ketua osis bilang bahwa perkumpulan rohis saat itu dikhawatirkan jadi tempat perekrutan teroris. Gue gak ngerti sampai sekarang kenapa itu bisa terjadi. Karena selama gue ngaji dan belajar di rohis, gue gak pernah belajar strategi buat memerangi sodara seiman apalagi strategi buat bikin isu yang gak bener. Bahkan si Alif, anggota rohis itu udah beberapa kali mengharumkan nama sekolah. Gue gak habis pikir orang kayak Alif dikira teroris sama orang-orang. Selain pinter, si Alif juga gak pernah absen ke mesjid. Orang kayak gitu disebut teroris? 

Sementara gue dan si Gilang ngobrol panjang tentang hal ini, si Galih malah melongo, entah serius mendengarkan pembicaraan ini atau malah gak ngerti. Terserahlah. 

“Dan karena itu semua, gue cuman mau menyampaikan pendapat gue sebagai siswa sama ketua osis itu bahwa semua hal ini itu gak masuk akal malah cenderung berlebihan. Gue berharap pendapat gue itu bisa didenger sama pihak sekolah, karena mereka adalah perwakilan dari siswa-siswa di sini. Karena menurut gue daripada sibuk ngurusin cewek yang kerudungan lebar, sibuk negur cewek yang pake cadar atau sibuk ngawasin kegiatan keagamaan yang jelas-jelas melahirkan banyak orang yang beprestasi, lebih baik ngurusin mereka yang masih bercengkrama sama pacarnya, selain menurunkan prestasi, hal itu menurunkan keimanan mereka juga kan?” si Galih langsung geser, menjauh dari si Gilang. 

“Meskipun nilai ulangan gue pas-pasan, tapi kalo udah adzan sih gue ya sholat. Gue masih punya iman tau, enak aja.” 

“Lo tau gak, pas Allah nyuruh lo buat sholat, Allah juga nyuruh lo buat menjauhi zina!” tegas si Gilang. Gue tertawa lebar, sementara si Galih ngambil gitar dan gonjreng-gonjreng gak jelas. 

“Terus udah itu gimana, Lang?” 

“Udah itu.. akhirnya gue terciduk. Ketua osis menganggap kalo apa yang gue sampaikan itu adalah ujaran kebencian. Gue dipanggil ke ruang guru.” 

“Ujaran kebencian? Kok gak nyambung kayaknya.” pikir gue. 

“Ketua osis kita itu pacaran sama anggota osisnya, mungkin disana nyambungnya.” Si Gilang tertawa kecil.  

“Wah memang parah. Terus sempet ada sesi diskusi dulu gak disana?” tanya gue penasaran.

“Menurut gue, buat apa ada sesi diskusi kalo cuman formalitas? Yang gue liat, sejak sesi diskusi itu di mulai, mereka itu udah menetapkan kalo gue itu salah. Final! Jadi mau gue jelasin sejelas apapun juga, kalo intinya gue udah dicap salah dimata mereka, gue bisa apa coba?” Dari penjelasan si Gilang, gue bisa tau kalo ini adalah permasalahan yang rumit. 

“Haaaah.. enak lo, Lang, diskorsing jadi gak sekolah.” Si Galih mulai berkicau. 

“Enak? Lo tau gak apa yang pak kepala sekolah omongin pas gue dipanggil ke ruang guru? Dia bilang, ‘cuman orang bodoh yang bilang kalo diskorsing itu enak’.” Gue tertawa lebar. Si Galih berbalik menghadap ke arah si Gilang. 

“Wah kurang ajar lo!” Gue dan si Gilang tertawa lebar. Suasana saat itu jadi lebih santai. Tapi tiba-tiba si Galih mulai gonjreng gitarnya lagi. 

Bila nanti saatnya tlah tiba, kuingin kau menjadi istrikuuuuuu.. 

“Lo tau gak, itu masih menjadi misteri, Lang.” 

“Paling banter kalo gak jadi pasangan ya jadi tamu undangan, Di.” jelas si Gilang. 

 “Diem lo berdua!!”

 “Hahaha.”

Usia itu laksana es batu

11/20/2017 Add Comment

Ketahuilah dek, usia itu laksana es batu. digunakan ataupun tidak tetap saja akan mencair. maka apakah engkau akan tetap berleha-leha dengan usia mu yang ideal itu, atau bergerak dengan semangat mencari ilmu guna menjadi bekal di masa yang akan datang.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini adalah fana, sudah selayaknya kita ubah tujuan kita. bukan tujuan yang bersifat sementara tapi tujuan yang membawa kita sampai syurga-Nya.

Jadi, jangan lupa manfaatkan usia mu dengan sebaik-baiknya dek, jangan sampai kau menyesal dikemudian hari, sebab penyesalan selalu datang di akhir.

Fresh your mind

11/19/2017 Add Comment
fresh-your-mind-jurnal-kehidupan
Untuk menulis tentunya kita harus bisa menyegarkan pikiran, sebab kalau pikiran kita sedang kacau, kita tidak bisa membuat gagasan yang rasional, logis, dan faktual. karena kalau kita menulis dengan keadaan emosi, tulisan kita akan tercampur dengan luapan kebencian yang timbul dari faktor emosional.

Namun sisi baiknya, untuk tahap pemula belajar menulis, memang kita harus menulis segala keadaan kita, meliputi seluruh keadaan emosional kita. tentu itu bukan konsumsi umum, sehingga harus dijaga dan di privatisasi.

Okh, mari kita list cara menyegarkan pikiran. tentu cara menyegarkan pikiran orang itu berbeda-beda, namun saya akan berusaha mendaftar beberapa cara yang efektif untuk menyegarkan pikiran agar kita bisa leluasa menyampai gagasan lewat tulisan (menulis).

1. Menonton
Tips nomer satu adalah dengan menonton. kak kenapa malah menonton? bukannya membaca? seperti yang saya ungkapkan di atas, pada dasarnya setiap orang memiliki cara menyegarkan pikiran yang berbeda, sehingga tidak semua orang suka membaca. lain halnya dengan menonton, siapa pun akan suka menonton terlepas dari film dan genre apa yang ia tonton. Untuk itu kita seharusnya menonton sesuatu hal yang bisa menyegarkan pikiran, atau setidaknya bisa mengajak kita berfikir misalnya, Detective Conan dari Anime, atau hal yang bisa membuat mood gembira kita meningkat seperti film komedi.

2. Mendengar
Sejatinya kita dianugrahkan dua telinga dan satu mulut ialah agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. maka kunci untuk bisa menulis juga sebenarnya adalah kita harus sering mendengar gagasan orang lain di samping kita juga memaparkan gagasan kita. sebab bisa jadi gagasan kita itu di kuatkan oleh argumentasi orang lain. Insya allah mendengarkan gagasan orang lain akan memperkaya wawasan, dan memperluas pengetahuan kita.

3. Rekseasi
Rekseasi atau berlibur juga penting untuk menyegarkan pikiran kita. sebab dengan begitu kita akan di hidangkan sesuatu yang luar biasa. contohnya kita suka hiking, maka kita akan merasakan suatu pengalaman yang extrime, yang dapat memicu rasa ingin menulis kita ketika kita di hadapkan dengan rintangan, atau tantangan tertentu selama hiking.

4. Menulis
Setelah jiwa penulis kita terpanggil, maka jalan selanjutnya untuk bisa leluasa menulis adalah latih jiwa kepenulisan kita dengan menulis sesuatu. Mulailah dari yang sederhana, misalnya pada buku diary (catatan harian), isikan dengan celotehan-celotehan kita agar terlatih sedikit demi sedikit menuangkan gagasan lewat sebuah tulisan.

Saya hanya memberi 4 Tips dulu hari ini, tentunya teman-teman boleh menambah daftar me-refresh pemikiran sesuai kehendak hati ya. jangan lupa di amalkan, insya allah seiring waktu akan terbiasa menulis, terutama membuat artikel.


Terima kasih Ayah

11/18/2017 Add Comment
Oleh : Yasmin Nurpadia
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja

terima-kasih-ayah-jurnal-kehidupan

Kau begitu hebat ayah
Kau adalah Pahlawan Terhebatku
Meski kau bukan Yang mengandung dan melahirkanku
Tetapi, kau sangat berjasa dalam hidupku

Mungkin, tanpa adanya dirimu
Aku tidak akan bisa melawan rasa sakitku ini ayah
Tak ada kata lelah yang terucap dibibirmu
Melainkan hanyalah rasa penuh semangat

Terima kasih atas semua perjuanganmu
untuk memperjuangkan hidup anakmu
Kau selalu berkorban dari pagi hingga petang
Sampai-sampai kau rela kehilangan pekerjaan demi anakmu

Aku sebagai anakmu sangat bersyukur
Dan bangga mempunyai sosok ayah sepertimu
Sosok yang terlihat keras tapi dalam hatinya tersimpan beribu kasih sayang

Sekarang, aku sudah sehat ayah
Aku sehat berkat semua pengorbananmu
Takkan kulupakan pengorbanan dan kasih sayangmu untukku

Aku harap Allah selalu menjaga kesehatanmu agar selalu disampingku
Terimakasih ayah
Terimakasih atas semua yang kau berikan kepadaku
Aku sayang ayah.

Surat cinta untuk Ibu

11/18/2017 2 Comments
Oleh : Fina Masbihah
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja)

surat-cinta-untuk-ibu-jurnal-kehidupan

Ibu
Sembilan bulan ku di dalam rahimmu
Kau melahirkan ku dengan mempertaruhkan nyawam
 Dan disaat ku masih kecil
Tangisan ku selalu menghiasi hari-hari mu

Tak kenal lelah dan letih
Dalam membesarkan anak-anakmu
Siang dan malam tak pernah lelah kau menjagaku
Buaian dan kasih sayangmu menentramkan hati ini

Ibu
Kini , anakmu telah beranjak dewasa
Cinta dan kasih sayangmu begitu tulus
Semua perhatian dan pengorbananmu
Kau curahkan padaku

Rambutmu , kini sudah mulai memutih
Sudah berapa banyak dosa , kesalahan ,dan kekhilafan yang ku lakukan padamu
Oh ibu, Ma'afkanlah
Ma'afkanlah anakmu ini

Ibu
Hanya kata ma'af dan terimakasih yang dapat ku ucapkan padamu
Cinta dan kasihmu yang mampu membuatku kuat
Kuat dalam menghadapi semua cobaan dan ujian hidup

Ibu Kau adalah madrasah pertama bagi anakmu
Darimu aku dapat mengetahui banyak hal
Kau adalah panutanku
Dan surgaku dibawah telapak kakimu

MERAIH GEMERLAP BINTANG

11/17/2017 Add Comment
 Oleh Ayahku, Maman Sulaeman

meraih-gemerlap-bintang-jurnal-kehidupan

Tertatih meniti perjalanan waktu yang kutempuh, banyak sudah serpihan-serpihan duka yang ku lampaui. Betapa tragisnya hidup ini banyak ratapan, hujan air mata, ku jadikan agenda sepanjang perjalanan hidupku. Derap langkahku terasa berat. Tertatih-tatih dalam kegelapan. disaat-saat seperti itu aku sangat mengharap penuh rindu pada seberkas sinar guna penentu arah supaya aku tidak salah melangkah. Bukan cuma itu, tapi bisa memprediksi berapa jauhkah untuk menggapai tepian harapan.

Terlalu banyak rintangan yang menghalangi perjalanan ini. Berapa kali langkahku tersendat dan disaat itu aku hanya bisa merenung mengenang masa laluku yang begitu buram.

Direlung kegelapan, aku berupaya dibalik renungan mencari kejernihan pikiran. Hanya dengan ketenangan pikiran aku timbul gairah dan penyemangat baru. Timbulnya gairah itu, sebisa mungkin melupakan hal-hal yang bisa mematahkan semangat. Serpihan-serpihan duka masa lalu, dari waktu kewaktu sehingga hari biru, itu merupakan warna kehidupan individu.semua insan pun akan merasakan, cuma jalannya yang berbeda.itulah nasib insan di alam maya.

Melangkahi serpihan duka, meloncati cemoohan orang kalau memang langkah mau maju. maka biarkanlah semua berlalu dan cemoohan orangpun akan luntur seiring waktu.

Terkadang pikiranku selalu teringat kepada masa laluku, kalau saja boleh kucatat dari perjalanan hidupku tentunya banyak menghabiskan waktu, tanpa ditulispun sudah penuh mengisi setiap ruang tanpa kosong dibenakku. Makannya apa-apa yang masuk pemikiran-pemikiran yang tak perlu harus kupaksa keluar. lewat ubun-ubun pergi melayang ke awang-awang. Namun pengalaman pahit dan legenda misere tak pernah enyah dalam ingatanku.

Aku hanya mencatat dalam buku diaryku yang ku anggap perlu, supaya dunia tahu. Aku lahir di kota kecil dan dibesarkan disitu pula. bapakku seorang buruh dan ibuku, ibu rumah tangga. Aktivitas kerja bapakku sebagai buruh serabutan, artinya bekerja kalau ada yang menyuruh. Maklum pekerjaan bapakku sebagai seorang pekerja buruh, bapak sering kehilangan pekerjaan. tapi i'tikadku sudah bulat aku ingin terus sekolah sampai ke perguruan tinggi dan tak mau perduli akan penghasilan bapak, aku tetap bersemangat untuk bersekolah. Kedua orang tuaku sangat mendukung inspirasiku walaupun biaya yang hanya pas-pasan, membelaku tak kepalang tanggung. Berkat rahmat Allah, kini aku sudah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri di kotaku. sungguh aku sangat bangga sekolahku bisa berlanjut sampai ke perguruan tinggi. disamping, aku merasa bahagia, masih ada saja segelintir orang yang punya pandangan picik dengan berbagai dalih ejekan terhadap keluargaku gara-gara aku masuk ke perguruan tinggi, sungguh ironis sekali. aku tidak mau ribed dengan mereka, dan aku tidak mau perduli.

Mereka menyangka aku punya keinginan meraih bulan menggapai impian semua tak mungkin tercapai, itu cuma mimpi disiang bolong. Rupanya mereka sangatlah keliru. aku bercita-cita ingin meraih gemerlap bintang atau yang ku maksud ingin terus menuntut ilmu guna penerang jiwa supaya aku tak salah arah menggapai apa yang kuinginkan dan ingin mengabdikan diri kepada yang membutuhkan.

Kita butuh cinta

11/15/2017 1 Comment
-Guntur Mahesa Purwanto | Islamic Teens Inspirators-

kita-butuh-cinta-jurnal-kehidupan

Sehebat apapun kita berpaling terhadap CINTA , pada akhirnya kita pasti membutuhkannya.

Contoh, lelaki kekar, tegas, disiplin, berani, tangguh, dan sebagainya. pasti akan luluh juga ketika ia merasakan hadirnya cinta pada dirinya.

Permasalahan tentang hal ini adalah ketika ia tidak tahu, hilang arah bahkan tidak mau tahu ketika islam mengarahkan para penganutnya bagaimana aplikasinya.

Orang-orang yang sedang galau, gelisah atau sedang kasmaran di sosmed, dan sebagainya. Secara psikologis, mungkin dirinya memerlukan yang namanya bimbingan, bukan hujatan. Karena era sekarang itu, sosmed itu sudah menjadi DIARY.

Coba kawan-kawan jujur saja, dahulu ketika masih tahun 90-an bahkan jauh sebelumnya, tulisan itu adalah wakil dari gundahnya perasaan. Memang tidak semua orang seperti itu, tapi ini adalah argumen dari mereka-mereka yang bersikap demikian.

Memang, terkadang juga di antara kita ada yang geli ketika membaca atau membahas masalah seperti ini, bahkan risih. Itu sih kembali pada masing-masing, yang pasti ketika kita juga terlalu aneh dengan perasaan baper yang sudah over load (apalagi di sosmed), secara tidak sadar kita juga telah menjatuhkan wibawa kita.

Tapi bagi kamu yang merasa jangan sedih dan sakit hati, tetaplah perbaiki diri, biarlah setiap kesalahan adalah guru bagi kita agar senantiasa lebih baik lagi, kawan.

Berkacalah, kemudian senyumlah pada dirimu yang cantik/ tampan itu