Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Grow up Together

8/08/2019 Add Comment
grow-up-together-jurnal-kehidupan

Perkembangan anak sangat penting diperhatikan oleh orangtuanya. Orang tua tidak hanya memberikan kebutuhan jasmani saja, tetapi juga memberikan kebutuhan rohani juga. Pertumbuhan anak tergantung oleh lingkungan hidup anak. yang termasuk lingkungan hidup yang pertama adalah keluarga, anak akan merekam dan meniru perilaku yang ia lihat. Ketika orang tua memberi contoh baik maka anak akan berperilaku baik, apabila orang tua berperilaku tidak baik maka anak juga akan meniru perilaku yang tidak baik. Karena pada dasarnya anak belum dapat membedakan mana baik dan buruk. Selain keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, teman sebaya juga sangat berpanguh pada tumbuh kembang anak.

Ketika kita mengetahui bahwa anak kita berbeda dengan anak lain, kita harus dapat memberikan pengertian dan perhatian yang lebih. Anak akan lebih mudah memahami ketika orang tua tidak memberikan tindakan yang keras untuk anak. Tindakan yang keras yang diberikan orang tua kepada anak akan berdampak pada mental anak kedepannya. Anak akan cenderung exstrovert atau introvert. Ketika anak memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert maka orang tua akan sulit menghadapinya dan harus dibimbing oleh psikolog.

Maka dari itu, berilah pelajaran yang baik pada anak terutama pada usia golden age.

Terima kasih Ayah

11/18/2017 Add Comment
Oleh : Yasmin Nurpadia
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja

terima-kasih-ayah-jurnal-kehidupan

Kau begitu hebat ayah
Kau adalah Pahlawan Terhebatku
Meski kau bukan Yang mengandung dan melahirkanku
Tetapi, kau sangat berjasa dalam hidupku

Mungkin, tanpa adanya dirimu
Aku tidak akan bisa melawan rasa sakitku ini ayah
Tak ada kata lelah yang terucap dibibirmu
Melainkan hanyalah rasa penuh semangat

Terima kasih atas semua perjuanganmu
untuk memperjuangkan hidup anakmu
Kau selalu berkorban dari pagi hingga petang
Sampai-sampai kau rela kehilangan pekerjaan demi anakmu

Aku sebagai anakmu sangat bersyukur
Dan bangga mempunyai sosok ayah sepertimu
Sosok yang terlihat keras tapi dalam hatinya tersimpan beribu kasih sayang

Sekarang, aku sudah sehat ayah
Aku sehat berkat semua pengorbananmu
Takkan kulupakan pengorbanan dan kasih sayangmu untukku

Aku harap Allah selalu menjaga kesehatanmu agar selalu disampingku
Terimakasih ayah
Terimakasih atas semua yang kau berikan kepadaku
Aku sayang ayah.

Hargai hak tubuh

11/08/2017 Add Comment
-Ucu Supriadi | Islamic Teens Inspirators-

hargai-hak-tubuh-jurnal-kehidupan

Nak, sibuk dalam kebaikan memang bagus, bermanfaat untuk banyak orang memang akhlak kaum shalih. Tapi ingat, tubuhmu bukan robot, yang bergerak tak kenal henti, tak kenal istirahat, tubuhmu adalah sebagaimana manusia pada umumnya, punya keterbatasan, ada aturan main, nggak bisa bergerak terus, harus ada celah untuk istirahat, setidaknya untuk menghela nafas, untuk kembali mengisi energi-energi yang tersisa.

Nak, sekali lagi, tubuhmu punya hak, hak istirahat, sebagaimana perutmu yang punya hak untuk dapat asupan air dan makanan.

Camkan ini baik-baik.

*Pesan bunda malam ini

Kesalahan menjadi kebersamaan

10/26/2017 Add Comment
Oleh Ita Puspitasari

Kesalahan-menjadi-kebersamaan-jurnal-kehidupan

Hembus angin kian teras sejak pagi itu, menyelimuti kalbu dalam relung sanubari. jam berdetak menemani riuh keramaian saat pembagian kelas. Aku tak pernah menyalahkan keputusan yang telah menjadi kesimpulan, namun banyak yang mengeluh dan bertindak secara gegabah karena hasil tak sesuai keinginan.

Teman sekelasku bukan yang lama, karena kesimpulan membuat sebuah kesalahan. waktu terus bergulir, hari demi hari berlalu dengan cepat. namun sebuah kesalahan semakin melekat dalam perasaan.

Dulu mereka selalu berusaha mempertahankan namun pada akhirnya harus dipisahkan. aku merasa ini semua adalah yang terbaik, namun namira mengganggap ini adalah kesalahan. namira tak berharap berada dengan teman yang berbeda, ia hanya ingin satu keluarga tidak untuk menerima keluarga baru.

Aku tak mengerti apa yang ia pikirkan, sering kali adinda teman sebangkunya pun ikut menangis dengan kesalahan ini. guru yang menentukan kelas di ganti, tapi siswa yang sulit memahami. pak anton pun menjelaskan "ini bukan kesalahan, belajarlah menerima perubahan" ujarnya. namun semua siswa hanya bisa terdiam, aku benci keadaan seperti benalu dalam hidup seseorang.

Hari demi hari di penuhi canda tawa yang asing, semua sibuk dengan keegoisan dan namira terus menginginkan kesalahan ini menjadi lebih baik lagi, namun tak seperti yang dia fikirkan apa yang telah ia usahakan tak membangun kembali perasaan, ia pun terus menangis karena kelas yang tak memiliki arti kebersamaan dan kekeluargaan.

Singkat cerita, semua berubah menjadi lebih baik. semua berusaha mencintai proses dari sebuah kesalahan ini, namira mulai membuka kembali hatinya untuk menerima semua ini, ia berusaha membuat nyaman semua lingkungan barunya, ia belajar mengerti teman barunya.

Meskipun dalam hatinya tentu selalu ada kenangan dulu, namun dia tak menutup kenangan barunya. sebenarnya ini bukan hal yang menarik, tapi aku merasa kesalahan akan menjadi sebuah kebersamaan jika kita saling menerima perubahan.

“ketika kebersamaan dibangun atas dasar kesalahan dan pertentangan aku yakin suatu saat nanti akan banyak kenangan yang tak terlupakan menjadi sebuah kebahagiaan yang sederhana namun selalu memiliki makna” Ujar Haira.