Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

PERIHAL NESTAPA

10/08/2019 Add Comment
perihal-nestapa-jurnal-kehidupan

PERIHAL NESTAPA
Oleh: Dina Putri Maharani

Inginku, buka jeruji loji ini.
Tertahan keanehan nan membebani,
Terngiang bahagia kian bersulang,
Asiknya senyuman merekah bersulaang.

Ku tatap hidup penuh berharap,
Terdahulu dan pada masa kini.
Ku sebut ini R I N D U...
Tersakiti dan tak akan terganti.

Jika merindukan seorang jiwa,
Ia dapat menyemu oleh sang temu.
Namun apalah aku?
Merindu, diriku nan terdahulu.

Ku tahu, ia hanya bertamu
Khalayak rindu datang meramu.
Sesekali ku mengerti, seringnya ku tersakiti.
Rinduku beterbangan bersema sang abu.

Perihal aku? Aku bahagia
 Namun dijajah oleh iba nestapa.

ISAK

9/22/2019 1 Comment
isak-jurnal-kehidupan
ISAK
Oleh: Dina Putri Maharani



Periksa hati lalu toleh rasa iba mu,
Nyatanya dilumuri tamak bercagak.
Pertiwi berselumu semua ulah mu.
Diselimuti sampah kian membludak.

Kau kira hidup, berporos pada mu saja,
Tuhan ciptakan bumi, untuk bala hamba Nya.
Tengoklah, indahnya bahari Kehati.
Kini hidup mereka hancur tergerogoti.

Bukan lagi lautan api, tapi lautan plastik.
Bukan lagi cinta alam, tapi cinta ego.
Pertiwi harusnya membaik bukan tercabik.
Seharusnya terawat kini malah berkarat.

Mohon, sigaplah perihal Pertiwi
Karena "Pertiwi Sedang Tidak Baik-baik Saja".


Pelabuhan Cirebon, 21'09'2019.  

SEMIR

9/15/2019 Add Comment

 semir-jurnal-kehidupan

SEMIR
Oleh: Dina Putri Maharani

Selaksa celah hadir temukan alir
Mengutarakan kabar luka juga jenaka
Engkau hadir mengabdi unuk menguntir
Menalar sembari duduk juga bersemula
                                                            
Puing-puing peluh tak jarang membasahi
Wangi merekah menelusuri selerang
Ayat-ayat ilmu kokoh kian membubuhi
Qalbu mereka kini bersih mencerlang

Sang maha kasi menunjuk mu sorang
Amanah surga tiada mampu kau sorong
Bersambunglah dari riuh sebuah peluh
Berikrar kuatlahpada sang sukma

“Aku Maju hingga menggejuju, menyemir jamak Qalbu hingga berbumbu”

Selasar Syiar

9/07/2019 Add Comment
Selasar Syi'ar
Oleh: Dina Putri maharani

selasar-syi'ar-jurnal-kehidupan


Kau langkahkan kaki,
Untuk menyelami lentangan taiga.
Merayap, dalam rimbunan teka-teki.
Menegap, di dasar es bertelaga.

Dinasmu, menyucikan hati bersemayam.
Hatimu dan hati bala manusia.
Agar suci, tak untuk hanya semalam.
Lalu enggan, menenun dosa.

Cintamu, tercurah untuk yang maha kasih.
Asamu, kau rajut untuk agamamu.
Walau hati bersipuh lelah.
Kau pecutkan, demi nan terkasih.




DIAGNOSIS - Puisi

6/22/2019 Add Comment
Oleh : Dina Putri Maharani

Bibirnya bercakap tuk mengumpat
Diiringi tutur kata nan merisik
Dia Pandai menaksir Sang Tabiat
Bak sang Tabib mengesir rasa sakit

Biarlah hipotesisnya melangit
Karena awan tahu, kerap mendelik
Tentang sifat, yang selalu kupingit
Langit nan tau, tapi bumi nan sengit

Lagi-lagi melekat padaku
Kini topik hidupku penuh isu
Aduhai , Lika-liku kerap menyiku
Tapi Biarlah, ini Tetap A K U

mulut membeku,hati terpaku

Kau tau tapi tak mau

Megita Rubi 12/16/2017 Add Comment
Dina Putri Maharani | Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati | Tadris IPA Biologi

kau-tau-tapi-tak-mau-jurnal-kehidupan

Kini mereka tercampakkan
Membumi hanguskan yang tersisih
Tak kuasa timbulkan elakan
Melahap semua yang terkasih .

Kian nyawa berserakan
Tapi semua bersandiwara
Tak kuasakah kau tampakan ?
Sorang tokoh dalam kenyataan!

Mulut sorang berbicara iba
Namun, aksi terbata bata
Hingga kini iba sulit tuk tiba
Karena hati itu tak tertata

Kejam!
Semua sibuk dengan perannya .
Menghasilkan senyuman lebam,
Dan Menjajah beribu warni cahaya.

Rabb Mu sungguh Maha terkasih
Memeluk tuan yang tersisih
Menimang puan yang melirih
Maka, Bantulah! Tuk jadi yang terpilih .