Showing posts with label aku cinta islam. Show all posts
Showing posts with label aku cinta islam. Show all posts

Bersujudlah

1/12/2019 Add Comment

bersujudlah-jurnal-kehidupan

Wahai sahabat sahabatku...
Memanglah dunia itu penuh dengan permasalahan...
Penuh kekecewaan...
Penuh penderitaan...

Semua itu datang tak terduga dan tak pernah kita menginginkannya.

Kitapun menginginkan masalah itu dapat terselesaikan,
Kekecewaan dapat terobati,
Penderitaan dapat terhenti,

Namun hal itu tak mudah untuk kita hadapi...

Lantas mengapa engkau merasa mampu mengadapi?

Wahai sahabat sahabatku...
Jika engkau tak mampu mengadapi masalah yang selalu hadir dalam hidupmu, bukan kah engkau mempunyai illahi rabbi yang selalu ada di dalam suka duka pada diri, Dialah Allah yang dengan Rahman-nya engkau dikasihi dan dengan Rahim-nya engkau disayangi...

Bersujudlah pada-Nya dan tuangkan permasalahanmu itu, katakanlah apa yang saat ini engkau rasa...

Allah akan mendengarnya, dan mintalah... Apa yang engkau ingin sebab Allah akan memberikannya.

Tak perduli seberapa besar dosa hambanya...
Tak perduli seberapa bejat hambanya...

Yang Allah tau engkau adalah Hambanya, selagi engkaupun mau kembali Menghadapnya..

Kau tau tapi tak mau

Megita Rubi 12/16/2017 Add Comment
Dina Putri Maharani | Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati | Tadris IPA Biologi

kau-tau-tapi-tak-mau-jurnal-kehidupan

Kini mereka tercampakkan
Membumi hanguskan yang tersisih
Tak kuasa timbulkan elakan
Melahap semua yang terkasih .

Kian nyawa berserakan
Tapi semua bersandiwara
Tak kuasakah kau tampakan ?
Sorang tokoh dalam kenyataan!

Mulut sorang berbicara iba
Namun, aksi terbata bata
Hingga kini iba sulit tuk tiba
Karena hati itu tak tertata

Kejam!
Semua sibuk dengan perannya .
Menghasilkan senyuman lebam,
Dan Menjajah beribu warni cahaya.

Rabb Mu sungguh Maha terkasih
Memeluk tuan yang tersisih
Menimang puan yang melirih
Maka, Bantulah! Tuk jadi yang terpilih .

Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah : Upaya Membentuk Umat Terbaik

10/30/2017 Add Comment
-Syukron Fadillah | Islamic Teens Inspirators-

stp-kuningan1-jurnal-kehidupan

Disaat generasi muda hari ini terus menerus digempur dengan tayangan-tanyangan tak mendidik, pergaulan bebas, narkoba, budaya barat yang hedonis, dan lain sebagainya. Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah menjadi solusi yang tepat untuk membentengi generasi muda kita yang hari ini dijajah dari berbagai aspek.

Penjajahan itu kian hari kian masif, dan dengan sadar akan menghancurkan bangsa Indonesia. sudah saatnya penjajahan gaya baru (neoliberal) ini harus kita lawan segencar-gencarnya. jangan sampai dibiarkan. Maka kita dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mencari solusi sesuai yang islam ajarkan untuk kebaikan negeri ini. dan solusinya adalah dengan membentuk generasi kita menjadi generasi yang hafal serta faham Alquran.

stp-kuningan-jurnal-kehidupan

Dengan membentuk generasi hafidz-hafidzah maka generasi muda bangsa ini akan dapat menjadi pemimpin yang meneladani Nabi Muhammad SAW. Namun, bila generasi muda indonesia dibiarkan saja bergecimbung dalam dunia televisi yang jelas-jelas merusak moral, atau dengan pergaulan yang tak kenal batas, maka jelaslah Indonesia akan hancur dan tinggal sejarah. inilah yang dicita-citakan penjajah.

Untuk itu, generasi muda yang kompeten dalam menghafal Alquran sangat diperlukan guna melawan penjajahan gaya baru ini, dimana penjajahan gaya baru ini didesign dengan sistematis untuk membunuh karakter. khususnya karakter anak bangsa. agar mereka para penjajah dapat dengan mudah mengambil kekayaan alam indonesia untuk diekspoitasi.

Generasi muda yang luar biasa juga sangat diperlukan untuk membawa negeri kita menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. So, mari bersama kita wujudkan itu dengan islam dan generasi islam.

Dokumentasi Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah-Kuningan, 29-Oktober-2017

Aurat Wanita | Bagian 2

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-03 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian2-jurnal-kehidupan

Para wanita era sekarang masih banyak yang tidak mengetahui perkara apa itu Jilbab dan Kerudung. Maaf-maaf, masih saja banyak yang sibuk dengan sinetron dan drama-drama yang sering ia tonton sehingga lalai terhadap kewajibannya sendiri dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala. Akibatnya, terlarutnya ia atas nama hiburan dan belum tentu hiburan itu pun membawa manfaat yang selayaknya ia habiskan waktunya tuk menabur pahala bagi diri dan sekelilingnya.

Tulisan tentang Kerudung dan Jilbab sebetulnya lebih koherensi jika yang menyampaikannya ialah wanita itu sendiri. Namun, bagi saya sendiri tidak masalah ketika saya sebagai pria mengetahui tentang hal ini untuk di share kan. Tetapi, bagi wanita yang membaca tulisan saya mengenai perkara ini, alangkah baiknya didakwahkan kembali, karena kalianlah yang memiliki hak dan lebih nyambung nantinya.

Oke, dari pada bingung dan penasaran silahkan simak tulisan berikut ini.

Pertama, perlu ditegaskan bahwa kita berpakaian tidak semata-mata menutup aurat! Melainkan harus syar'i.

Ada beberapa pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab.

Ibnu Rajab mengatakan jilbab itu mala-ah (kain yang menutupi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki yang dipakai melapisi baju bagian dalamnya, seperti jas hujan). Pendapat ini juga dipilih oleh al-Baghawi dalam tafsirnya dan al-Albani.

Ada juga yang berpendapat jilbab itu sama dengan khimar alias kerudung sebagaimana disebutkan oleh an-Nawawi, Ibnu Hajar, dll. As-Sindi mengatakan, “Jilbab adalah kain yang digunakan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepala, dada, dan punggung ketika keluar rumah.” (Muslimah.or.id)

Kedua, kita harus mengetahui ayat mana yang memerintahkan perkara jilbab. Jawabannya yakni Al Ahzab: 59 yang artinya sebagai berikut.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." yang demikian itu supaya mereka lebih mudah Untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS al-ahzab: 59)

Asbabun Nuzul QS. Al-Ahzab: 59 tentang wajibnya Jilbab. Diriwayatkan bahwa istri" Rasulullah pernah keluar malam untuk hajat buang air, pada waktu itu kaum munafiqin menggangu mereka dan menyakiti. Hal ini kemudian diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasul menegur kaum munafiqin. Mereka menjawab: "kami hanya mengganggu hamba sahaya." Turunlah QS. Al Azhab: 59 sebagai perintah berpakaian tertutup agar berbeda dari hamba sahaya (diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd di dalam a Thabaqat bersumber dari Abu Malik. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Sa'd bersumber dari Hasan dan Muhammad bin Ka'bal al Quradhi).

Hadits yang datang dari Ummu 'Athiyyah ra, ia berkata:

"Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar pada Idul Fitri maupun Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, dan yang lainnya. Adapun yang sedang haid, maka diperintahkan untuk meninggalkan shalat dan menyaksikan dakwah dan syiar kaum muslimin. Lalu aku bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana jika diantara kami ada yang tidak memiliki Jilbab?" Rasul SAW kemudian menjawab: "Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya." (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut Rasul tidak memberikan keringanan bagi perempuan yang tidak memiliki jilbab untuk keluar rumah hanya dengan sekedar menutup aurat. Beliau tetap memerintahkan untuk mengenakan jilbab.

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa makna jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju luar yang dipakai di luar baju rumahnya. Dalam kitab Shofwatut Tafaasir, Imam ash-shobuni, jilbab diartikan sebagai baju yang luas (wasi') yang menutupi aurat.

Dalam kitab Al-Mu'jam Al Wasit karya Dr. Ibrahim Anis (Kairo: Darul Maarif) hlm. 128. Jilbab diartikan "Ats tsaubul musytamil 'alal jasadi kullihi" (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau "ma yulbasu fauqa ast tsiyab kal milhafah" (pakaian luar yang digunakan di atas pakaian rumah, seperti milhafah (baju terusan), atau "Al Mula'ah tasytamilu biha al mar'ah" (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).

Semoga bermanfaat, jikalau ada yang perlu diluruskan atau ditambahkan silahkan. Tulisan-tulisan seperti ini sengaja dibuat dikala remaja banyak yang nongkrong di media sosial, karena itulah saya sengaja selalu menyempatkan diri menulis demikian setidaknya tulisan ini dapat lewat dan terbaca nantinya.

Aurat Wanita | Bagian 1

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-02 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian1-jurnal-kehidupan

Maraknya pelalaian terhadap perintah Allah, padahal dirinya sudah termasuk sebagai Mukallaf (Muslim yang dikenai kewajiban menjalankan perintah agama, termasuk akil baligh di dalamnya. Dikutip dari Buku Moh. Rifa'i. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. 2016. (PT. Karya Toha Putra Semarang: Semarang) Bab 1.

Tidak jarang aktivitas sosial media menjadi ajang mengumbar aurat dengan memajang fotonya sebagai modus atau mencari perhatian dalam hal fisiknya. Membiarkan begitu saja aurat bertebaran tanpa rasa bersalah dan dosa yang menyelimuti dirinya. Hal ini marak terjadi di kalangan remaja terkhusus bagi kaum wanita dalam perkara ini

 Asbabun nuzul QS. An Nuur: 31 tentang Khimar diriwayatkan Asma' binti Murtsid pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang, sehingga terlihat gelang-gelang kakinya, dada dan sanggul. Selanjutnya Asma' berkata "Alangkah buruknya pemandangan ini, maka turunlah QS. An-Nuur: 31 berkenaan dengan peristiwa tersebut yang memerintahkan kaum mu'minat menutup aurat. (diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Muqatil yang bersumber dari Jabir bin Abdillah). (Shaleh, HAA. Dahlan dan MD. Dahlan, Asbabun nuzul, 1996, hlm. 356).

Dari asbabun nuzul di atas, dijelaskan bahwa gelang" kaki, dada, sanggul perempuan Arab kala itu masih terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa saat itu mereka belum memakai Jilbab.

Kemudian, dijelaskan tentang adanya hadits yang menceritakan bagaimana para muslimah bersegera menutup kepalanya, sebelumnya mereka tidak sempurna menutupnya.

Dari 'Aisyah ra, ia berkata: "semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya. "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dadanya" (TQS An-Nuur: 31) maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka dan menutup kepala mereka dengannya". (HR. Bukhari)

Bagaimana dengan cerita di atas tadi? Ketika turun ayat mereka langsung taat, sami'na wa ato'na (kami dengar dan kami taat). Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari Shafiyah binti Syaibah ra, bahwa 'Aisyah ra menuturkan wanita Anshar kemudian beliau memuji mereka dan berkata tentang mereka dengan baik. Beliau berkata "ketika diturunkan Surat An-Nuur: 31, maka mereka mengambil kain-kain Tirai mereka kemudian merobeknya dan menjadikannya kerudung."

Sekali lagi sebelum lanjut membaca. Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari kisah di atas, bagaimana perbedaan mental para sahabiyah terdahulu dengan wanita muda sekarang?

Mirisnya di era sekarang, uang untuk membeli kerudung saja sudah bisa terbeli dan harganya tidak terlalu fantastis. Namun sayangnya, masih banyak mayoritas yang lebih mengutamakan pakaian trendi ala barat walau harus melabrak syariat bahkan tidak memperdulikan urusan agama walau harus dibeli dengan harga yang aduhai.

Padahal, makna dari pakaian yang dipakai itu apa? Dapatkah pakaiannya yang mahal dan trendi itu menyelamatkannya di Akhirat kelak? Apakah itu kebahagiaan ketika kita membelinya? Ataukah tergiur dengan adanya istilah trend?

Banyak yang sibuk mencari majalah-majalah atau search tentang model pakaian-pakaian yang lagi ngetop tapi mengabaikan bagaimana islam mengatur pakaian yang syar'i dalam kehidupannya, bahkan mirisnya lagi mereka malah mengenal asing yang namanya pakaian syar'i muslimah itu sendiri. Yang mereka kenali ialah kerudung dengan bawahan Jeans atau baju yang ketat.

Efek dari jauhnya diri dari agama ialah ibarat kita bertamasya yang berharap indah saat perjalanannya namun ujungnya tersesat di dalamnya, sehingga datanglah bala bahaya yang datang mengancamnya.

Istiqomah menempuh jannah

10/24/2017 2 Comments
-Ucu Supriadi | Islamic Teens Inspirators-

istiqomah-menempuh-jannah-jurnal-kehidupan

Tetap bertahan di atas jalan-jalan kebaikan, meskipun menyakitkan, sendirian, bahkan dikucilkan sekalipun, tetaplah berdiri kokoh.

Untuk awalan, (mungkin) jalannya terpatah-patah, jatuh bangun, keseleo, namun hari berganti hari, waktu akan mendewasakan kita, menjadikan kita pribadi-pribadi yang tegar, laksana karang di dasar lautan.

Kelak, kesabaran dan keteguhan langkah kita akan abadi dalam sejarah, dikenang jutaan orang, ditangisi jutaan pasang mata, melahirkan air mata inspirasi, keringat-keringat perjuangan.

Dek, selalu terjaga dalam kebaikan.