Showing posts with label Komunitas24. Show all posts
Showing posts with label Komunitas24. Show all posts

dari workshop literasi kita bertemu (KOJUM-ASLI)

5/03/2018 Add Comment
kojum-dan-abah-uje-asli-01-jurnal-kehidupan

Pada gebyar FUAD (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2018, Alhamdulillah kami dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa, salah satunya kang UJE dari ASLI (Asosiasi Study Literasi Islam). Kang Uje beserta komunitasnya (ASLI), serta AMPLI (Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islam) mengenalkan literasi dan pentingnya kita berliterasi. Namun yang paling menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah literasi yang memiliki landasan, yaitu Al-Qur’an, Hadist, serta Shirah (Sejarah).

Terpisah,  Mr. David yang menjadi pemateri pada Workshop Literasi ini mengajak para hadirin untuk memperdalam peradaban islam, dan membuka mind set kita bahwasanya islam memiliki peradaban yang luas, tinggi, dan luar biasa yang dibangun dengan literasi. Bahkan Rasul pun pertamakali berliterasi ketika turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama yang menyuruh Rasul untuk membaca.

Mr. David juga menjelaskan bahwasanya islam memiliki ilmuan-ilmuan hebat peletak dasar ilmu pengetahuan, bahkan di berbagai dimensi ilmu pengetahuan seperti kedokteran, tafsir, optik, astronomi, dan masih banyak lagi. Semua itu berkat literasi yang memiliki landasan. Disamping itu pemateri juga memberikan contoh lliterasi yang tidak memiliki landasan. Seperti seorang muslim yang menuntut ilmu diluar negeri dan sepulangnya dari sana justru membawa budaya-budaya yang merusak.

Sebelum beranjak ke materi, Mr. David membuka dengan berbagai motivasi, yaitu motivasi terkait kematian guna menyadarkan para hadirin akan indahnya kesempatan hidup, dan untuk mengingatkan bahwasanya kematian bisa datang secara tiba-tiba. Sungguh luar biasa berbeda workshop literasi ini, menurut penulis ini literasi yang luar biasa. Disamping menyadarkan pentingnya berliterasi juga dikuatkan akidah keislamannya.

Selanjutnya motivasi dari kang Uje atau lebih akrab disapa Abah UJE membuka sesi talk show dengan ta’awudz dan memaparkan tentang keimanan. Sehingga kita selain dituntut untuk berkontribusi dalam literasi, kita juga dituntut untuk faham akan akidah, sehingga nantinya ketika menjajdi seorang penulis atau orang yang kompeten pada bidang literasi akan menjadi sosok yang teguh imannya.

Jadi, apapun tilel kita, apapun pekerjaan kita, kemanapun langkah kita, semuanya harus selalu tertaut pada Allah sehingga semua produk kita, apasaja yang kita kerjakan bernilai disisi Allah sebagai Amal kebaikan, dan menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan kita pada Allah SWT.


Semoga ASLI, AMPLI, KOJUM, dan berbagai komunitas yang intens pada bidang literasi islam, alias literasi yang memiliki landasan, menjadi komunitas yang berkah, selalu dilindungi, dan diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal’alamiin.

kojum-dan-abah-uje-asli-02-jurnal-kehidupan

Batu sandang atau batu loncatan?

3/22/2018 Add Comment
batu-sandang-atau-batu-loncatan-jurnal-kehidupan

Tidak terasa Komunitas Jurnalis Muda (KOJUM), telah tampil gemilang dari hari kelahirannya hingga sekarang ini. luar biasa dengan waktu yang begitu singkat dapat membuka jalan pergerakan pada semua lini media, terutama media berbasis online.

Alhamdulillah juga KOJUM telah berhasil merangkai berbagai event, mulai dari event pelatihan kepenulisan sederhana bagi para pelajar yang dikemas dengan nama "Seminar Jurnalistik" maupun event khusus pengembangan minat bakat anggotanya dengan nama "Event Organizer".

Namun, tak ada gading yang tak retak. setiap hasil selalu tak sejajar dengan rintangan, dimana adakalanya rintangan itu lebih sulit, duri itu lebih tajam, dan semua itu menghalangi gerak langkah komunitas.

seperti yang pernah Kak Ucu Supriadi paparkan dalam "Event Organizer" perdana, bahwasanya adakalanya penyakit menjamuri organisasi, sehingga kesannya organisasi terebut tak bisa berkembang lebih pesat. begitu pula pesan dari Kak Dina selaku Tim KOJUM "Anda memiliki kelebihan dan kekurangan, tampillah pada sisi kelebihan, bukan pada sisi kekurangan". untuk itu penting bagi setiap anggota Tim agar bisa mengembangkan kelebihannya demi tujuan Komunitas Jurnalis Muda.

Kak Dina juga memaparkan pada Event Organizer ke 2, bahwa dalam menulis kadangkala ada batu sandang, yakni halangan yang membuat kita tak segera menulis, atau engga n menulis. begitupun dalam komunitas, dan hari ini KOJUM sedang di uji dengan berbagai halangan yang membuat anggotanya semakin tak bisa berkumpul dalam satu waktu dan satu tempat. tapi saya yakin setiap pengorbanan yang masing-masing anggota korbankan, baik itu waktu, tenaga, bahkan harta, semuanya akan kembali pada setiap individu itu sendiri jika diniatkan untuk sebuah kebaikan.

selanjutnya semoga kita bisa ubah batu sandang yang menghambat laju gerak komunitas ini menjadi batu loncatan terhadap apa yang kita cita-citakan, yakni melahirkan generasi yang great (hebat) yang berkontribusi untuk kemajuan peradaban, dimana peradaban itu ditopang oleh tulisan, dan dari tulisan itu juga sebuah bangsa bisa maju dan berkembang.