Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Keutamaan Khadijjah ra. Mampu Membuat Dunia dan Seisinya Cemburu

9/11/2019 Add Comment

keutamaan-khadijjahra.-mampu-membuat-dunia-dan-seisinya-cemburu-jurnal-kehidupan

Keutamaan  Khadijjah ra. Mampu Membuat Dunia dan Seisinya Cemburu 
Oleh: Dina Putri Maharani



Khadijjah binti Khuwailid bin Asab bin Abdil Uzza bin Qushay al-Quraisyiyah al-Asadiyah merupakan istri pertama Rasullah SAW, sekaligus istri yang paling dicintai oleh beliau. ibunda Khadijjah juga merupakan wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Risalah Rasulullah SAW. kita semua tahu bahwa Ummul Mukminin Khadijjah mempunyai berbagai keistimewaan yang jauh berbeda darpada istri-istri Nabi SAW. yang lainnya, selain sebagai seorang wanita yang cantik, kaya raya penyokong dakwah Rasulullah SAW.  dan berasal dari keturunan yang mulia, Khadijjah juga memiliki kepribadian yang sangat istimewa.

semua umat muslim di dunia, terutama kaum muslimah dibuat cemburu oleh semua keutamaan yang dimiliki oleh ibunda khadijjah. salah satu uraian keutamaan ibunda khadijjah  yaitu, ibunda khadijjah  memposisikan dirinya terhadap dakwah, ibarat gula dengan manisnya, ibarat garam dengan asinnya. Dakwah menjadi tugas utamanya. Setiap kali Rsulullah SAW. mendapatkan perilaku yang tidak mengenakkan dari kaumnya, otomatis khadijjah akan menguatkan hati beliau, meringankan beban beliau dan memulihkan kembali semangatnya. Masyaallah.. ibunda khadijjah benar-benar menjadi motivator utama bagi Rasulullah SAW. 

Dukungannya kepada Rasulullah SAW. telah menggetarkan Arsy Ilahi, Sehingga Allah berkenan mengirim salam kepadanya secara khusus. Malaikat Jibril as. turun dan berkata kepada Rasulullah SAW, "Sampaikan kepada Khadijah salalm dari Tuhannya." Masyaallah, sebuah kalimat singkat tetapi sangat menghujam dihati khadijjah dan ini adalah sebuah kalimat yang mampu membuat semua kaum muslimah iri terhadapnya. sebuah kalimat yang diucapkan langsung dari Allah Rabb kita semua untuk seorang wanita mulia, sebuah kalimat salam yang hanya Allah sampaikan untuk seorang wania suci, yaitu sebuah salam teruntuk ibunda Khadijjah.

Ketika itu, Rasulullah SAW demikian terharu mendengar hal tersebut. Kemudian Rasulullah mendatangi Khadijjah dengan senyum yang sangat ceria, namun tetap ada bekas genangan air mata di mata beliau. Tidak seperti biasanya, beliau langsung mendekap Khadijjah dengan erat, dan jauh dengan penuh keharuan beliau membisikkan ditelinga Khadijjah, "Wahai Khadijjah, Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Rabbmu."  Kita dapat membayangkan perasaan Khadijjah saat itu sebuah perasaan terharu juga sangat bahagia. setelah mendengar hal tersebut Khadijjah membalaas dekapan suaminya, dan dengan bergetar ia menjawab salam tersebut dengan kalimat, "Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam, dan keapda jinril semoga diberikan salam."

tidak terasa air mata pun menetes dari matanya. Hati Khadijjah berkata, "Ya Allah, tiada keistimewaan yang aku miliki kecuali berasal dari-Mu, ya Allah. tiada yang aku inginakn dari pengorbanankuini kecuali ridha-Mu. Terimakasih, Ya Allah. Engkau masih berkenan mengguanakn diriku yang sudah tua renta ini untuk agama-Mu yang mulia. Terimakasih, Ya Rabb." khadijjah terus merendah di hadapan Rabbnya. Padahal, kedudukan ini belum pernah diperoleh seorang pun dantara para sahabat yang lainnya. inilah hidupnya. segala kehormatan dan kemuliaannya dipersembahkan untuk menegakkan Islam dan menentang segalla bentuk kejahiliyahannya.

Masyaallah , sungguh ibunda Khadijjah dapat menggetarkan Arsy Ilahi, dapat membuat dunia dan seisinya cemburu terutama dapat membuat kaum muslim dan muslimah sangat iri terhadap kemuliaan dan keutamaan yang ia miliki. berhubugan dengan kisah ibunda Khadijjah sebagai umat Rasulullah terutama kaum muslimah kita harus mencontoh dan meneladani akhlak dan keutamaan juga kemuliaan-kemuliaan yang ibunda Khadijjah miliki dan "Jadilah muslimah yang dapat membuat bidadari-bidadari disurga cemburu padamu."


Referensi:
Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, Hayyatus Sahabiyah


6 PESAN INDAH MBAH MAIMUN ZUBAIR

8/06/2019 Add Comment
KH Maimun Zubair

K.H Maimun Zubair Dawuh,

1. jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah... barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.

2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia... barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anak mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu.. yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan Sama sekali Maka Tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah SAW bersabda:

.« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ »

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum". (HR. Muslim)

Mari selalu berusaha dan berprilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin... Semoga bermanfaat

Selamat jalan mbah.. InsyaAllah Husnul Khotimah..

Source : Ita Nizhami Al Islami

Tips menilai diri sendiri

1/28/2019 Add Comment
tips-menilai-diri-sendiri-jurnal-kehidupan

"Hisablah dirimu sebelum dirimu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang." (Umar bin Khattab r.a)

Ungkapan sayyidina Umar bin Khattab di atas agaknya tepat sekali untuk membuka pembahasan kita tentang menilai diri sendiri. kita faham bahwa menilai diri sendiri tidaklah mudah. bahkan yang terjadi adalah, kita dengan mudah menilai oranglain. bahkan tak segan penilaian kita sangat subjektif, hasilnya kerapkali kita menilai buruk oranglain. parahnya orang tersebut adalah orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan bisa jadi mereka yang selalu mendukung perjuangan kita untuk meraih cita-cita. sungguh mengerikan.

Sebelum membaca lebih jauh, agaknya harus difahami terlebih dahulu bahwa artikel ini tidak menunjuk person to person, jadi maaf bila artikel ini membuat beberapa hati menjadi sakit karenanya. bahkan sejatinya artikel ini dibuat untuk penulis sendiri. untuk menjadi pengingat diri atau self reminder. semoga pembaca semua memahami sudut pandang artikel ini, aamiin ya rabbal'alamiin.

1. Bercermin diri
Langkah pertama adalah bercermin diri, maksudnya bukan bercermin secara harfiah, lebih dari itu kita harus bisa melihat ke arah diri kita. coba lihat diri kita, sejatinya kita ini memiliki sisi positif dan sisi negatif. kedua sisi ini sebenarnya cuma kita pribadi yang tahu, oranglain hanya meraba-raba, menilai dari yang sekedar terlihat. kita bisa melihat kedua sisi ini dengan tampak nyata jika dihadapkan dengan kesepian, kesendirian, atau kesunyian yang kemudian dibandingkan dengan penilaian oranglain secara harfiah kepada kita.

Jika kita dinilai sebagai sosok yang baik, berakhlak mulia oleh orang-orang terdekat kita, bahkan mereka tidak segan menggantungkan kepercayaan kepada kita. Namun ketika kita masih bisa berfikir kotor, atau bahkan berbuat maksiat ketika dihadapkan dengan kesendirian, atau kesunyian, berarti itulah sosok asli kita. sosok yang kontradiktif dengan penilaian oranglain. maka, solusinya adalah sesali, dan segera bertaubat. selagi pintu taubat masih terbuka kemudian perlahan merubah sifat tersebut.

2. Islam sebagai tolak ukur
Seperti yang kita ketahui, islam bukanlah agama yang hanya mengatur ibadah ritual, atau ibadah mahdah saja. tapi islam mengatur segalanya, islam mengatur kehidupan. mengatur hidup kita dari bangun tidur sampai tidur lagi. sehingga, dalam menilai diripun, seharusnya islamlah yang menjadi tolak ukur. sebab islam menilai hubungan kita dengan Allah swt sebagai ibadah yang bersifat vertikal, menilai juga hubungan kita dengan sesama serta lingkungan sebagai ibadah yang bersifat horizontal, dan terakhir menilai hubungan kita dengan diri kita sendiri.

Hubungan dengan diri sendiri ini harus berlandaskan dengan kepribadian islam. sebab, jika tidak berlandaskan islam maka tidak akan berdampak baik, justru sebaliknya akan menghasilkan dua sifat yang berbeda pada diri kita. sederhananya, baik dihadapan oranglain, tidak merugikan oranglain adalah baik, meskipun ketika kita sendiri terkadang kita menyakiti diri sendiri, tapikan kita tidak menyakiti oranglain. sehingga hal ini baik. inilah yang dihasilkan ketika kita menjadikan selain islam sebagai tolak ukur. tapi sebaliknya, jika kita menjadikan islam sebagai tolak ukur.

Islam menilai bahwa berbohong, atau menyakiti diri sendiri adalah perbuatan buruk, apalagi menyakiti oranglain. sehingga jika terjadi sikap perilaku yang menunjukan kita mendzolimi diri sendiri, maka kita harus faham bahwa mendzolimi diri sendiri adalah dosa, tidak boleh dilakukan. artinya kita harus segera sadar bahwa kita ini seorang muslim, dimana setiap sikap perilaku kita terikat dengan hukum syara'.

3. Fahami identitas diri
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kita harus sadar bahwa identitas kita adalah seorang muslim. dimana setiap aktivitas kita terikat dengan hukum syara', yakni halal, sunah, mubah, makruh, serta haram. apalagi kita memahami betul bahwa islam adalah agama yang komplit, lebih komplit dari pada jamu komplit mengatur seluruh aspek kehidupan, dan juga agama yang telah diridhai Allah swt, melalui firmanNya :

“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19)

Kemudian untuk tetap menjaga identitas kita, ditengah hiruk pikuk serangan sekulerisme, yang memaksa kita menjauhkan islam dari kehidupan. maka solusinya adalah tetap menjaga keimanan kita, dengan cara mengikuti kajian islam, senantiasa membaca artikel islami, video islami dari ustad-ustad yang luas keilmuannya, sehingga dengan begitu kita akan bisa menjaga identitas keislaman kita. Bahkan bukan hanya menjaga, dengan demikian kita dapat meningkatkan keimanan kita, sehingga lebih semangat dalam mengkaji islam, meskipun banyak halang dan rintang yang siap menghadang.

4. Memantaskan diri
Setelah kita menyadari bahwa agama yang kita pilih sebagai jalan hidup kita adalah islam, maka pantaskan diri kita sebagai pemeluknya. pantaskan diri kita bahwa kita benar-benar pantas untuk memperbaiki, serta menilai diri dari sudut pandang islam. sebab islam adalah pandangan hidup yang dapat melahirkan jalan hidup. jika kita memandang semuanya dengan islam, begitupula memandang serta menilai diri kita dengan islam, maka jalan hidup kita tidak lain adalah islam. maka, pantaskan diri kita untuk melaksanakan segala perintahNya, serta menjauhi segala laranganNya.
Pantaskan bahwa kita pengikut Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau adalah sosok manusia pilihan, kekasihNya, yang mendakwahkan islam keseluruh penjuru dunia. yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. sosok yang begitu dirindukan, bahkan berabad-abad setelah kematiannya.

Maka, dalam proses menilai diri sendiri ini selayaknya kita kemudian memperbaiki diri, mengikuti akhlak Rasul SAW sedikit semi sedikit. meski hal itu begitu sulit. bagaimanapun kita harus berusaha menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita, dalam berbagai hal, dari hubungan dengan keluarga, sampai dengan ruanglingkup yang lebih luas seperti memimpin negara.

5. Mulai melangkah perbaiki diri
Tidak adagunanya jika kita hanya berdiam diri, meratapi perbedaan sifat yang lahir dalam diri kita, ataupun hanya sebatas memahami 4 point di atas yang kemudian hanya berdampak pada keinginan menjadikan Nabi SAW sebagai tauladan tapi tidak ada action-nya, tidak ada geraknya.

"Mulailah perubahan dari hal kecil yang mudah dilakukan, sesederhana ramah kepada setiap orang dengan menebar senyuman." (Umar bin Khattab r.a)

Ucapan sayyidina Umar bin Khattab memang luar biasa, jika diresapi didalamnya sarat akan makna yang begitu luas. yang sangat bermanfaat untuk kita semua yang ingin memperbaiki diri. karena setelah kita faham terhadap 4 point sebelumnya, jika harus memiliki motivasi kuat untuk merealisasikan keinginan kita untuk meneladani Rasulullah SAW. dan ucapan sayyidina Umar bin Khattab ini sangat cocok untuk menjadi pelecut, atau pendorong semangat kita dalam merubah pola sikap kita. mulailah dari hal yang terkecil. perbaiki hubungan dengan sesama, Insya allah kita akan bisa menilai dan merubah diri kita secara perlahan, sebelum kita menilai buruk oranglain. Bahkan mungkin setelah kita menjalankan 5 Tips ini, tidak ada lagi ruang bagi kita untuk menilai oranglain, karena hati kita penuh dengan penilaian-penilaian terhadap diri kita sendiri. Insya allah..

 

Belajar dari Naruto

1/15/2019 Add Comment
belajar-dari-naruto-jurnal-kehidupan-2

   Bagi seorang penggemar Anime, tentu kisah Naruto ini sudah tidak asing lagi, apalagi bagi mereka yang masih update kisah Naruto ini. mulai dari naruto kecil sampai sekarang ketika dia sudah punya keluarga dan keturunan. Namun yang menarik, kisah Naruto ini benar-benar menginspirasi para penonton/pembaca manga (komik)nya.

   dikisahkan bahwa Naruto adalah anak bodoh, tertinggal dari segi akademik dibandingkan dengan yang lainnya, selain itu anak ini juga sangat nakal, dia tidak segan mencoret patung para hokage di desa Konoha hanya demi mendapatkan perhatian yang lebih. disisi lain, siluman ekor 9 yang bersemayam dalam tubuhnya ini juga menjadi alasan para warga konoha untuk menjauhi naruto, pasalnya siluman ekor 9 yang lazim disebut kyuubi ini telah menjadi ancaman yang serius bagi para shinobi, dan menjadi pemicu meletusnya perang shinobi ke 3 kala itu. lengkap sudah penderitaan uzumaki naruto ini.

   sedih, marah, benci, semua itu berkecamuk dalam diri uzumaki naruto kecil, tak ada kasih sayang orangtua, itu pula yang ia rasakan. kemudian melihat nasib sasuke yang menjadi yatim piatu semenjak tragedi pembantai keluarga (klan) uchiha oleh uchiha itachi, naruto melihat bahwa sasuke senasib dengannya, dan berusaha menjadikan dia sebagai sahabatnya. meski kemudian sasuke kala itu tidak mau dianggap sahabat oleh naruto, karena dari berbagai aspek sangat jauh berbeda bagai langit dan bumi.

   dalam kisahnya yang panjang, naruto kemudian bercita-cita untuk menjadi hokage. dia sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. dia tak pernah menarik kembali ucapannya. bahkan mungkin warga desa konoha kala itu pasti penertawakan keinginan naruto, karena dia hanya ninja yang bodoh dan anak yang nakal. kemudian naruto membuktikan bahwa ia sangat bersungguh-sungguh atas cita-citanya sebagai hokage. bahkan ketika sasuke diculik oleh orochimaru, naruto dengan teman-temannya pantang menyerah untuk membawa kembali sasuke kedesa. meskipun mereka kemudian harus berduel di lembah kematian, dan sasuke kemudian membuat keputusan untuk bergabung dengan orochimaru.

   Naruto dengan pantang menyerah dia mengerahkan seluruh kekuatannya, meskipun padakala itu bisa dikatakan bahwa ia telah kalah dari sasuke, tapi perjalannya menuju cita-citanya sebagai hokage terus berlanjut. dia tak pernah berputus asa atas apa yang ia miliki, bahkan sebagai siluman ekor 9. ia berusaha keras agar bisa mengendalikan kyuubi dalam dirinya, berguru pada orang-orang hebat. bahkan bertempur dengan ninja-ninja kelas S. singkatnya naruto di dewasakan oleh keadaan, namun dengan penuh kesadaran. dia tetap ingat terhadap tujuannya. sehingga ketika dihadapkan dengan halangan, rintangan, dan hambatan. dia bisa melaluinya meski pada saat-saat krisis.

  "Jangan Menunggu Hebat untuk Membuat Perubahan. Tapi, Lakukan Perubahan untuk Menjadi Hebat!"
  
   Begitulah  ungkapan yang ia lontarkan pada beberapa orang yang bernasib sama dengannya. sehingga tidak sedikit orang-orang yang kemudian percaya dan menaruh harap terhadap Naruto. atas kegigihan, dan ketidak putusasaan Naruto dalam menghadapi berbagai hambatan, akhirnya banyak orang yang percaya kepadanya. kemudian ketika meletusnya perang shinobi ke 4, sumbangsih Naruto dalam perang ini tidak terhitung, bahkan ia membagikan kekuatan (chakra) kyuubi (siluman ekor 9) kepada para shinobi dari aliansi 5 negara besar. sehingga hal ini menghapus persepsi tentang mengerikannya kyuubi dalam naruto dan menggantinya menjadi persepsi betapa besarnya kekuatan kyuubi dalam menghadapi ancaman mugen tsukuyomi yang dilancarkan oleh Obito Uchiha, serta Uchiha Madara yang dimanfaatkan oleh Kaguya Otsutsuki.

    Kemudian perang Shinobi ke 4 telah berakhir dengan tersegelnya Kaguya Otsutsuki oleh tim 7, dan berakhir dengan duel terakhir antara Uchiha Sasuke dan Naruto Uzumaki kesekian kalinya di lembah kematian yang membuat tangan kanan Naruto serta tangan kiri Sasuke hancur karena ledakan kekuatan Susanoo melawan Kyuubi. kemudian peristiwa tersebut akhirnya menyadarkan Sasuke dan membuatnya kembali ke Desa menjadi pelindung desa dari bayang-bayang. sedangkan Naruto berhasil meraih cita-citanya menjadi hokage. duel terakhir antara Sasuke dengan Naruto tersebut membuktikan bahwa Naruto telah berubah dengan perubahan-perubahan yang besar, bahkan lebih kuat dari Sasuke, karena Sasuke memang berbakat sedari kecil, sangat jauh berbeda dengan Naruto yang bodoh, nakal, dan dibenci warga Konoha itu.

belajar-dari-naruto-jurnal-kehidupan-2

   Naruto Uzumaki telah membuktikan kepada dunia bahwa dia akan menjadi seorang hokage. dia bisa mengendalikan rasa sedih, dan benci terhadap dirinya. dia berusaha menjadi lebih baik dengan apa yang dimilikinya, meski yang dia miliki sangat ditakuti oleh orang-orang disekitarnya. kini, orang-orang yang dulu menjauhinya, mencemoohnya, bahkan menghinanya berbalik menjadi mendukung serta segan kepadanya. begitu luar biasanya kekuatan keseriusan dan ketidak putusasaan itu. semoga kisah Uzumaki Naruto ini menjadi motivasi bagi kita untuk mencapai tujuan hidup kita. bersyukurlah terhadap yang kita miliki saat ini, buktikan kepada dunia, kita dapat mengubah kelemahan menjadi sebuah kelebihan.  

dari workshop literasi kita bertemu (KOJUM-ASLI)

5/03/2018 Add Comment
kojum-dan-abah-uje-asli-01-jurnal-kehidupan

Pada gebyar FUAD (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2018, Alhamdulillah kami dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa, salah satunya kang UJE dari ASLI (Asosiasi Study Literasi Islam). Kang Uje beserta komunitasnya (ASLI), serta AMPLI (Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islam) mengenalkan literasi dan pentingnya kita berliterasi. Namun yang paling menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah literasi yang memiliki landasan, yaitu Al-Qur’an, Hadist, serta Shirah (Sejarah).

Terpisah,  Mr. David yang menjadi pemateri pada Workshop Literasi ini mengajak para hadirin untuk memperdalam peradaban islam, dan membuka mind set kita bahwasanya islam memiliki peradaban yang luas, tinggi, dan luar biasa yang dibangun dengan literasi. Bahkan Rasul pun pertamakali berliterasi ketika turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama yang menyuruh Rasul untuk membaca.

Mr. David juga menjelaskan bahwasanya islam memiliki ilmuan-ilmuan hebat peletak dasar ilmu pengetahuan, bahkan di berbagai dimensi ilmu pengetahuan seperti kedokteran, tafsir, optik, astronomi, dan masih banyak lagi. Semua itu berkat literasi yang memiliki landasan. Disamping itu pemateri juga memberikan contoh lliterasi yang tidak memiliki landasan. Seperti seorang muslim yang menuntut ilmu diluar negeri dan sepulangnya dari sana justru membawa budaya-budaya yang merusak.

Sebelum beranjak ke materi, Mr. David membuka dengan berbagai motivasi, yaitu motivasi terkait kematian guna menyadarkan para hadirin akan indahnya kesempatan hidup, dan untuk mengingatkan bahwasanya kematian bisa datang secara tiba-tiba. Sungguh luar biasa berbeda workshop literasi ini, menurut penulis ini literasi yang luar biasa. Disamping menyadarkan pentingnya berliterasi juga dikuatkan akidah keislamannya.

Selanjutnya motivasi dari kang Uje atau lebih akrab disapa Abah UJE membuka sesi talk show dengan ta’awudz dan memaparkan tentang keimanan. Sehingga kita selain dituntut untuk berkontribusi dalam literasi, kita juga dituntut untuk faham akan akidah, sehingga nantinya ketika menjajdi seorang penulis atau orang yang kompeten pada bidang literasi akan menjadi sosok yang teguh imannya.

Jadi, apapun tilel kita, apapun pekerjaan kita, kemanapun langkah kita, semuanya harus selalu tertaut pada Allah sehingga semua produk kita, apasaja yang kita kerjakan bernilai disisi Allah sebagai Amal kebaikan, dan menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan kita pada Allah SWT.


Semoga ASLI, AMPLI, KOJUM, dan berbagai komunitas yang intens pada bidang literasi islam, alias literasi yang memiliki landasan, menjadi komunitas yang berkah, selalu dilindungi, dan diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal’alamiin.

kojum-dan-abah-uje-asli-02-jurnal-kehidupan

Fenomena Cinta Remaja

4/29/2018 1 Comment
fenomena-cinta-remaja-jurnal-kehidupan


Tak dapat dipungkuri memang. Cinta adalah sesuatu yang paling berharga yang dapat menyejukan suasana. Sebab jika tanpa cinta, mana mungkin seorang ibu rela mengandung anaknya selama 9 bulan 10 hari. Jika tanpa cinta pula, bagaimana ayah bisa rela kerja siang malam untuk menghidupi keluarga. Oleh karena itu cinta adalah sesuatu yang netral, tergantung cara melampiaskan orang yang sedang dirundung cinta tersebut.

Pun dalam kehidupan remaja atau kawula muda. Cinta kerapkali hadir sebagai penyemangat, dorongan, atau bahkan ujian bagi setiap individu. Karena bila cinta itu adalah cinta yang salah maka sebenarnya ia merupakan ujian, dan halangan untuk kita yang sedang mencoba melangkah menuju ke arah yang lebih baik.

Adapun cinta yang salah adalah cinta yang dilampiaskan melalui cara-cara yang buruk yang sangat jelas dilarang oleh Islam. Seperti pacaran yang di dalamnya ada aktivitas khalwat, atau bahkan zina.

Sebenarnya ketertarikan antar lawan jenis itu adalah sunatullah, sebab pada magnet saja jika berbeda kutub maka akan tarik menarik. Pun sama dengan manusia, jika berbeda jenis dapat menimbulkan getaran cinta atau ketertarikan. Adapun seberapa kuat daya tariknya adalah dipengaruhi oleh seberapa besar rangsangan atau stimulus yang datang dari kedua pihak.

Misalnya jika seorang pria kerapkali melontarkan gombalan pada wanita, terus wanita tersebut dengan senang hati menerima ucapan si pria, maka lambat laun , sebenci apapun sang wanita akan luluh dengan adanya rangsangan yang kerapkali ia dapatkan.

Begitu juga dengan pria yang tidak bisa menjaga pandangannya, maka ia akan terperosok jatuh kedalam pintu zina yang ia lalui dari kedua matanya.

Melihat fenomena seperti ini yang kerapkali berujung pada hal mengerikan seperti zina, perkosaan, dan bahkan bunuh diri, karena salah melampiaskan rasa cinta. Maka solusinya adalah bring back islam dan jadikan islam sebagai poros kehidupan. Artinya kemanapun kita melangkah, apapun aktivitas kita, islam adalah barometer (tolak ukur) semua aktivitas kita, terutama pada masalah cinta.

Jadi, jika kita dirundung persoalan cinta, maka lampiaskan atau penuhi rasa itu dengan jalan yang seharusnya. Seperti mencintai orangtua dan bertekad memberangkatkan mereka pergi umrah, mencintai adik sehingga tak ada jarak untuk senantiasa berbagi rasa, ataupun mencintai guru yang senantiasa sabar dalam membimbing kita menuntut ilmu, dan lain sebagainya. So, jangan salah melampiaskan cinta ya!