Showing posts with label anak gadismu. Show all posts
Showing posts with label anak gadismu. Show all posts

Tak ada Daya

12/04/2017 Add Comment
tak-ada-daya-jurnal-kehidupan


Apalah daya, ketika seorang anak berdusta pada orang tuanya. ketika anak itu sadar dia hanya bisa meratapi kesalahannya dengan sebuah tangisan yang meminta ampunan kepada sang pencipta agar dapat memaafkan dosa dirinya.

Ketika anak itu mengingat bayangan wajah ibunya, air matanya seakan sungai yang tumpah tanpa penghalang. kesalahan yang amat begitu dalam. tidak akan bisa dimaafkan walaupun oleh dirinya sendiri. 

Dia merasa hidup dipenuhi oleh beban yang sangat berat sekali, saking beratnya ia juga tak bisa menampung semuanya. lelah letih kedua orang tuanya seakan tidak ada artinya ketika syetan penghasut menguasai dirinya. 

Begitu besar pengorbanan orang tua untuk seorang anak. jangan pernah mengabaikan setiap keringat yang dikeluarkan dari pori-pori kulit seorang ibu dan ayah. karena penyesalan akan datang di akhir. penyesalan tak akan membuat kita bahagia. dan setiap aktifitas yang kita lakukan harus dalam keadaan sadar sekadar mungkin. jangan sampai kita menyesal. 

Ambillah pelajaran dari setiap kesalahan.

Karena tak akan ada daya dan upaya jika kita telah sampai di titik penyesalan.

Ibu aku rindu

10/21/2017 Add Comment
Oleh : Iswatun Inayah
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja)

ibu-aku-rindu-jurnal-kehidupan

Ibu, aku rindu..
Mungkin itu kalimat yang ingin ku ucapkan, hampir 1 tahun Allah pisahkan kita.
Ibu, aku rindu..
Aku rindu dengan sosokmu. Sosok yang selalu ada disisiku,yang selalu menghapus air mata ini dikala membanjiri pipi.

Penderitaan dan pengorbanan karena mengandungku selama 9 bulan tidaklah berakhir setelah kelahiranku. selama aku bertumbuh dan berkembang menjadi seorang gadis, hari demi hari, penderitaanmu semakin bertambah seiring waktu.

Ibu, engkau benar-benar merelakan kecantikanmu demi anak sepertiku.
Engkau, sembunyikan rasa sakit dan deritamu dengan simpul senyum yang menenangkan hati
dengan sebuah kalimat ''Ibu,baik-baik saja nak..''
Ibu, aku rindu..
Ibu.. engkau adalah sosok yang Rasulullah sebutkan sebanyak 3 kali
Ibu.. engkau adalah malaikat tak bersayapku.


Maafkan diri ini bu..
Jika dari mulut ini pernah ada kata-kata yang menyayatkan hatimu, bak pedang yang tajam.
Maaf jika diri ini pernah memaksa air matamu keluar,  karena tingkah lakuku.
Maaf jika diri ini lebih sering memberi kesedihan dibandingkan dengan kebahagiaan.
Hanya do'a yang bisa kupanjatkan di setiap waktu
.


''Ya Allah, masukkanlah kedua orang tuaku kedalam syurga-Mu. pertemukanlah hamba dengannya. Dan haramkanlah api neraka menyentuhnya.''