Showing posts with label cinta generasi masa depan. Show all posts
Showing posts with label cinta generasi masa depan. Show all posts

Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah : Upaya Membentuk Umat Terbaik

10/30/2017 Add Comment
-Syukron Fadillah | Islamic Teens Inspirators-

stp-kuningan1-jurnal-kehidupan

Disaat generasi muda hari ini terus menerus digempur dengan tayangan-tanyangan tak mendidik, pergaulan bebas, narkoba, budaya barat yang hedonis, dan lain sebagainya. Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah menjadi solusi yang tepat untuk membentengi generasi muda kita yang hari ini dijajah dari berbagai aspek.

Penjajahan itu kian hari kian masif, dan dengan sadar akan menghancurkan bangsa Indonesia. sudah saatnya penjajahan gaya baru (neoliberal) ini harus kita lawan segencar-gencarnya. jangan sampai dibiarkan. Maka kita dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mencari solusi sesuai yang islam ajarkan untuk kebaikan negeri ini. dan solusinya adalah dengan membentuk generasi kita menjadi generasi yang hafal serta faham Alquran.

stp-kuningan-jurnal-kehidupan

Dengan membentuk generasi hafidz-hafidzah maka generasi muda bangsa ini akan dapat menjadi pemimpin yang meneladani Nabi Muhammad SAW. Namun, bila generasi muda indonesia dibiarkan saja bergecimbung dalam dunia televisi yang jelas-jelas merusak moral, atau dengan pergaulan yang tak kenal batas, maka jelaslah Indonesia akan hancur dan tinggal sejarah. inilah yang dicita-citakan penjajah.

Untuk itu, generasi muda yang kompeten dalam menghafal Alquran sangat diperlukan guna melawan penjajahan gaya baru ini, dimana penjajahan gaya baru ini didesign dengan sistematis untuk membunuh karakter. khususnya karakter anak bangsa. agar mereka para penjajah dapat dengan mudah mengambil kekayaan alam indonesia untuk diekspoitasi.

Generasi muda yang luar biasa juga sangat diperlukan untuk membawa negeri kita menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. So, mari bersama kita wujudkan itu dengan islam dan generasi islam.

Dokumentasi Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah-Kuningan, 29-Oktober-2017

Andai Ada Mesin Waktu

10/21/2017 Add Comment
Oleh : Lutfa Izzatur Rahmah
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja)


Siang ini cuaca di negaraku lumayan panas. Ah.. Tidak bukan lumayan memang, cuaca di negaraku selalu panas. Apalagi sekarang sudah memasuki waktu siang hari. Aku berjalan kaki sambil mengamati lingkungan sekitarku. huuuf… sungguh miris yang ku lihat hanyalah pohon dan tumbuhan buatan lain dari plastic entah apa tujuan pemerintah di negaraku. Namun kata ibu ku semua itu di letakan agar yang kita lihat bukan hamparan aspal dan gedung menjulang tinggi. Tapi… Aku bingung kenapa mereka tidak menanam pohon yang asli saja? Aah… aku lupa tidak ada tanah yang subur di sini. Karena terlalu asik berjalan dan berargumen sendiri. Dorrr… “Astagfirullah” aku pun menengok ke sumber suara ternyata itu Tina teman sekolahku dengan polosnya dia tersenyum. Aku pun menatapnya sambil mengangkat sebelah alis ku.

“ Tia kamu kenapa dari tadi aku amati dari belakang kau melamun terus sambil berjalan, apa sih yang kamu lamun kan?” Tanya Tina.

“Gak papa Cuma tadi itu aku sedang berfikir kenapa yang kita lihat di sekeliling kita hanya tumbuhan buatan kenapa aku tidak pernah melihat tumbuhan asli seperti yang di bahas dalam mata pelajaran IPA? pohon itu menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida sedangkan di sekeliling kita hanya hmmm bisa kau lihat sendiri kan.” Ucap ku sambil menatap Tina.

“huuuuf benar juga kemana pohon-pohon hijau dulu yang selalu nenekku ceritakan? mana hujan yang selalu menemani nenekku ketika kecil bermain hujan, mana bunga bunga yang cantik yang di kelilingi kumbang dan kupu-kupu, mana air yang mengalir bersih, mana lautan yang biru? hanya ada laut dan sungai yang tercemari limbah yang ku lihat hmmm.” Ucap nya dengan raut wajah kecewa.

“bukan nya sekarang juga masih ada hujan ya ? memang nya dulu zaman ketika nenek mu kecil dia bermain hujan . bukannya hujan itu berbahaya ya? alumunium saja bisa hancur atau rusak oleh hujan?” Tanya ku bingung.

“dulu kata nenek ku hujan yang turun itu air yang sangat menyegarkan dan tidak merusak. tidak seperti sekarang hujan asam yang bisa merusak alumunium. Coba kau lihat ke atas para ilmuan membuat pelindung untuk Negara kita dari hujan asam entah terbuat dari apa pelindung itu.” Ucap tina sambil menunjuk ke langit. aku pun menatap langit, memang benar ada sebuah pelindung di sana.

“ kau tau bahkan dulu kata nenekku makanan yang di makan itu bervarian rasa dan banyak macam nya tidak seperti sekarang yang kita makan hanya pil pengenyang ini” sambung tina sambil menunjukkan tabung yang berisi pil pil pengenyang.

“Ya aku pun pernah dengar bahkan dulu dianjurkan minimal minum 8 gelas sehari tapi sekarang kita minum air itu maksimal 1 gelas sehari itu karena sulit nya mendapat kan air bersih betapa terasa lumpuhnya tenggorokan ku ini.” Ucap ku sambil mengusap leher yang tertutup hijab.

“kau benar hmmm kenapa manusia jaman dulu tidak berfikir bahwa lingkungan atau alam itu sangat penting. Mereka hanya mementingkan kemajuan dan kecanggihan teknologi dan mereka merusak alam hanya untuk membangun sesuatu. mereka tidak berfikir dampak kepada kita penerusnya . kita tidak bisa merasakan nikmatnya alam dan indahnya alam. Yang kurasakan sekarang percuma, teknologi canggih namun kita tersiksa seperti ini!”

Aku pun melihat pertama kalinya tina meneteskan air mata, ya benar kenapa menusia zaman dulu sangat egois dan tergila gila dengan kecanggihan teknologi. Kenapa mereka tidak melestarikan alam yang indah dan bermanfaat itu. Agar kita di masa depan bisa merasakan nikmatnya dan indahnya alam atau lingkunagan itu.


“andai saja ada mesin waktu ingin sekali aku datang ke zaman dulu untuk memberi tahu bahwa kita di masa depan itu tersiksa. Aku ingin menyuruh mereka untuk menjaga dan melindungi lingkungan dan alam. Agar tidak menyesal dan merugikan masa depan nanti. Yah andai… andai…. Saja ada mesin waktu.”