Showing posts with label kesabaran. Show all posts
Showing posts with label kesabaran. Show all posts

Di Benci Seseorang

1/12/2019 Add Comment

dibenci-seseorang-jurnal-kehidupan



Di benci seseorang
Pernahkah dibenci seseorang?
Pasti kalian menjawab ada yang pernah dan ada yang belum pernah atau ada yang ingin di benci..?
Jelas tidak ada seorangpun yang ingin di benci.
Perlu kita ketahui kebencian itu...

Apa itu benci?
Mungkin punya arti tersendiri dari apa yang namanya benci...
Namun menurut pendapat saya pribadi "Benci adalah sebuah rasa yang berasal dari hati yang condong pada ketidak sukaan seseorang."
Namun kecondongan itu bisa hadir dari luar hati kita... Bisa hadir dari sebuah ucapan.
Hadir dari sebuah ucapan.
Kita tau sebagaimana lisan itu berfungsi...,
Tak sedikit dari mereka yang tidak menjaga lisannya, terutama berkata kepada seorang teman ,saudara,ataupun yang lainnya.

Hingga tak sedikit timbul kebencian darinya,sebab apa yang ia katakan akan tersimpan dalam ingatan dan hatipun akan bersedia merespon tentang ucapan itu yang akan menanam sebuah kebencian.
Namun tak sedikit pula dari mereka yang tidak peduli dengan apa yang orang lain ucapkan, entah itu ucapan yang kotor,menghina ataupun ucapan yang membuat sakit hati itu ada.
Maka jadilah orang yang tidak peduli kepada kebencian!
" If you hate me?, I don't care"

Dan ingat! ketika kita tidak memperdulikannya,bukan berarti kitapun membencinya sehingga berujung persaudaraan itu terputus.
Memanglah berat ketika kita menerimanya...
Namun tahukah kamu?
Bahwa kehadirannya dapat menguatkan hatimu,supaya kamu menjadi orang yang tegar...
Belajarlah untuk memaafkan.

Tapi kan....dia....
Tidak ada tapi tapian!
Maafkanlah...
Ingat, Allah itu maha pemaaf, ketika kamu meminta maaf pada Allah, insha Allah akan di maafkan.
Namun ketika minta maaf kepada manusia belum tentu di maafkan, hingga akan menjadi pertanggung jawaban di akhirat kelak.
Berpikirlah ketika kamu berada di posisinya... Bagaimana menurutmu?
Kalaulah bisa kamu dapat merubahnya menjadi orang yang baik..., Hingga Hidayah itu ia dapatkan.

Terima kasih Ayah

11/18/2017 Add Comment
Oleh : Yasmin Nurpadia
(Siswa MAN 3 Majalengka | Anggota KIR-Kelompok Ilmiah Remaja

terima-kasih-ayah-jurnal-kehidupan

Kau begitu hebat ayah
Kau adalah Pahlawan Terhebatku
Meski kau bukan Yang mengandung dan melahirkanku
Tetapi, kau sangat berjasa dalam hidupku

Mungkin, tanpa adanya dirimu
Aku tidak akan bisa melawan rasa sakitku ini ayah
Tak ada kata lelah yang terucap dibibirmu
Melainkan hanyalah rasa penuh semangat

Terima kasih atas semua perjuanganmu
untuk memperjuangkan hidup anakmu
Kau selalu berkorban dari pagi hingga petang
Sampai-sampai kau rela kehilangan pekerjaan demi anakmu

Aku sebagai anakmu sangat bersyukur
Dan bangga mempunyai sosok ayah sepertimu
Sosok yang terlihat keras tapi dalam hatinya tersimpan beribu kasih sayang

Sekarang, aku sudah sehat ayah
Aku sehat berkat semua pengorbananmu
Takkan kulupakan pengorbanan dan kasih sayangmu untukku

Aku harap Allah selalu menjaga kesehatanmu agar selalu disampingku
Terimakasih ayah
Terimakasih atas semua yang kau berikan kepadaku
Aku sayang ayah.

MERAIH GEMERLAP BINTANG

11/17/2017 Add Comment
 Oleh Ayahku, Maman Sulaeman

meraih-gemerlap-bintang-jurnal-kehidupan

Tertatih meniti perjalanan waktu yang kutempuh, banyak sudah serpihan-serpihan duka yang ku lampaui. Betapa tragisnya hidup ini banyak ratapan, hujan air mata, ku jadikan agenda sepanjang perjalanan hidupku. Derap langkahku terasa berat. Tertatih-tatih dalam kegelapan. disaat-saat seperti itu aku sangat mengharap penuh rindu pada seberkas sinar guna penentu arah supaya aku tidak salah melangkah. Bukan cuma itu, tapi bisa memprediksi berapa jauhkah untuk menggapai tepian harapan.

Terlalu banyak rintangan yang menghalangi perjalanan ini. Berapa kali langkahku tersendat dan disaat itu aku hanya bisa merenung mengenang masa laluku yang begitu buram.

Direlung kegelapan, aku berupaya dibalik renungan mencari kejernihan pikiran. Hanya dengan ketenangan pikiran aku timbul gairah dan penyemangat baru. Timbulnya gairah itu, sebisa mungkin melupakan hal-hal yang bisa mematahkan semangat. Serpihan-serpihan duka masa lalu, dari waktu kewaktu sehingga hari biru, itu merupakan warna kehidupan individu.semua insan pun akan merasakan, cuma jalannya yang berbeda.itulah nasib insan di alam maya.

Melangkahi serpihan duka, meloncati cemoohan orang kalau memang langkah mau maju. maka biarkanlah semua berlalu dan cemoohan orangpun akan luntur seiring waktu.

Terkadang pikiranku selalu teringat kepada masa laluku, kalau saja boleh kucatat dari perjalanan hidupku tentunya banyak menghabiskan waktu, tanpa ditulispun sudah penuh mengisi setiap ruang tanpa kosong dibenakku. Makannya apa-apa yang masuk pemikiran-pemikiran yang tak perlu harus kupaksa keluar. lewat ubun-ubun pergi melayang ke awang-awang. Namun pengalaman pahit dan legenda misere tak pernah enyah dalam ingatanku.

Aku hanya mencatat dalam buku diaryku yang ku anggap perlu, supaya dunia tahu. Aku lahir di kota kecil dan dibesarkan disitu pula. bapakku seorang buruh dan ibuku, ibu rumah tangga. Aktivitas kerja bapakku sebagai buruh serabutan, artinya bekerja kalau ada yang menyuruh. Maklum pekerjaan bapakku sebagai seorang pekerja buruh, bapak sering kehilangan pekerjaan. tapi i'tikadku sudah bulat aku ingin terus sekolah sampai ke perguruan tinggi dan tak mau perduli akan penghasilan bapak, aku tetap bersemangat untuk bersekolah. Kedua orang tuaku sangat mendukung inspirasiku walaupun biaya yang hanya pas-pasan, membelaku tak kepalang tanggung. Berkat rahmat Allah, kini aku sudah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri di kotaku. sungguh aku sangat bangga sekolahku bisa berlanjut sampai ke perguruan tinggi. disamping, aku merasa bahagia, masih ada saja segelintir orang yang punya pandangan picik dengan berbagai dalih ejekan terhadap keluargaku gara-gara aku masuk ke perguruan tinggi, sungguh ironis sekali. aku tidak mau ribed dengan mereka, dan aku tidak mau perduli.

Mereka menyangka aku punya keinginan meraih bulan menggapai impian semua tak mungkin tercapai, itu cuma mimpi disiang bolong. Rupanya mereka sangatlah keliru. aku bercita-cita ingin meraih gemerlap bintang atau yang ku maksud ingin terus menuntut ilmu guna penerang jiwa supaya aku tak salah arah menggapai apa yang kuinginkan dan ingin mengabdikan diri kepada yang membutuhkan.

Istiqomah menempuh jannah

10/24/2017 2 Comments
-Ucu Supriadi | Islamic Teens Inspirators-

istiqomah-menempuh-jannah-jurnal-kehidupan

Tetap bertahan di atas jalan-jalan kebaikan, meskipun menyakitkan, sendirian, bahkan dikucilkan sekalipun, tetaplah berdiri kokoh.

Untuk awalan, (mungkin) jalannya terpatah-patah, jatuh bangun, keseleo, namun hari berganti hari, waktu akan mendewasakan kita, menjadikan kita pribadi-pribadi yang tegar, laksana karang di dasar lautan.

Kelak, kesabaran dan keteguhan langkah kita akan abadi dalam sejarah, dikenang jutaan orang, ditangisi jutaan pasang mata, melahirkan air mata inspirasi, keringat-keringat perjuangan.

Dek, selalu terjaga dalam kebaikan.