Showing posts with label celotehan. Show all posts
Showing posts with label celotehan. Show all posts

4 Hal yang dapat dipelajari dari Harvest Moon - Friends of Mineral Town

3/02/2020 Add Comment
img src : The White Kingdom
Harvest Moon - Friends of Mineral Town adalah games simulasi peternakan yang seru. Tokoh utama akan di hadapkan dengan keadaan kebun yang berantakan, tidak terurus.  Dengan modal awal uang 500 gold (kalau gak salah, soalnya lupa lagi), dan peralatan peternakan yang seadanya, pemain dituntut untuk bisa mengembangkan peternakan menjadi peternakan yang potensial, bersih, dan tentunya produktif. Pokoknya games ini seru banget, keren, apalagi kalau kita mainnya gak curang. Alias gak pake cheat.

Dari sekian banyak versi Harvest Moon, cuma ini yang mimin suka. Padahal tampilannya masih sederhana, pexel-pexelnya masih sangat kelihatan. Alasannya sih, karena beberapa karakternya dibuat lebih kompleks, dan menurut mimin lebih bagus dari versi-versi atasnya. Terus jalan ceritanya juga keren kalau diikuti, intinya ini games keren banget lah. wkwk.

Bentar, kita udah kejauhan keluar topiknya nih. Kita kan mau bahas hal-hal yang dapat dipelajari dari games tersebut. Sorry, okh langsung kita mulai ke point pertama saja :

1. Membangun Relasi
Sebagai tokoh utama, kita dituntut untuk berbuat baik pada para tetangga, semakin sering baik pada mereka, memakin banyak kebaikan yang didapatkan. Bahkan para tetangga akan memberikan hadiah jika kualitas komunikasi kita sangat intens (baik). Dalam dunia nyata pun begitu, ketika kita baik terhadap tetangga. Meskipun kita hanya sebagai seorang pendatang, kelak mereka juga akan baik pada kita. Artinya komunikasi itu modal awal untuk membuat relasi, kemudian langkah selanjutnya adalah bangun kepercayaan dengan senantisa berbuat baik dengan sesama. Tentunya didasari hati yang ikhlas.

img src : google image

2. Kerja Keras, Kerja Tuntas
Tokoh utama dalam games dihadapkan dengan kebun warisan kakek yang tidak terurus, padahal kebun tersebut sangat luas dan potensial, jika dikerjakan dengan serius malah bisa lebih produktif. cukup buat biaya hidup sehari-hari, dan uangnya bisa ditabung juga untuk kepentingan yang lain. Back to real world. Kita juga kerapkali dihadapkan dengan kondisi seperti itu. Misalnya rumah belum rapi, biaya hidup sehari-hari masih kurang, dan punya yang keinginan banyak.

Dengan meniru langkah awal seperti tokoh utama pada games Harvest Moon, memanfaatkan apa yang kita miliki untuk bekerja. Maka kelak akan mendapatkan hasil dari apa yang dikerjakan. Misalnya, potensi yang dimiliki adalah jago jualan, ya mulai aja jualan. Bisa mengawali karir dengan jadi reseller, atau dropshiper, jaman sekarang kan jualan gak perlu lapak real, gak perlu jaga toko tiap saat. Karena bisa di remote diluar, seperti dikampus, sekolah, dan kantor.

3. Membeli Kebutuhan Bukan Keinginan
Mewujudkan impian untuk membangun peternakan yang produktif ada langkah-langkahnya, salah satunya adalah dengan menaikan level keseriusan kerja. Yaitu dengan cara membeli barang-barang sesuai kebutuhan. Kenapa? karena harus disadari bahwa keuangan yang terbatas, tidak dapat membeli semua keinginan kita. Artinya, mulailah dari anak tangga paling rendah. Modal awal 500 gold, jangan dihabiskan semua, belilah 1 anak ayam serta persedian pangannya, semampunya. Baru setelah terlihat hasilnya (ayamnya tumbuh besar dan bertelur), maka jualah sebagian, dan uangnya belikan kebutuhan yang lain.

Nah, dalam kehidupan nyata pun sama. Kita nggak boleh menghamburkan uang yang dimiliki untuk mengejar keinginan-keinginan. Sebab keinginan itu sifatnya sementara. Belilah apa yang kita butuhkan dan tabungkanlah untuk sebagian penghasilanmu untuk mencapai keinginan. Jangan lupa juga untuk perbaiki kualitas kerja, sebab semakin baik kualitas kerja, semakin meningkat juga penghasilan kita.

4. Semuanya perlu waktu
Dalam permainan (tentunya yang tanpa cheat), pasti akan menemukan banyak kejenuhan, seperti nunggu hewan ternak siap diperah, tamanan yang siap dipanen, harus nyiram tanaman tiap hari, berbelanja kebutuhan hidup tiap hari, menjaga kesehatan hewan dan tanaman, dan lain-lainnya.

Yakin, tak bedanya dengan dunia nyata. Kita juga perlu kerja keras untuk mewujudkan impian kita. Harus siap dengan rutinitas yang bikin pusing, dan boring. Karena setiap hal butuh waktu. Tidak serta merta ketika inginkan sesuatu, kemudian langsung terkabul. Butuh usaha, butuh doa, serta yang tak kalah pentingnya yaitu doa. Tiga komponen utama ini yang harus kita upayakan dalam menjalani hidup. Jika semua telah dilakukan, bingkainya adalah tawakal. Bungkus 3 komponen itu dengan tawakal. Agar ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, hati tidak akan kecewa. Sebab Menggantungkan segala hal pada-Nya, tak akan pernah menuai kecewa.

Itulah Hal yang dapat dipelajari dari Harvest Moon - Friends of Mineral Town, sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari games legend tersebut. Kalau temen-temen mau menambahkan, silahkan di kolom komentar. 

Ingat ya, postingan ini tidak mengajak kalian main gamesnya, tapi mengambil pelajaran dari games tersebut. Jika mau explore lebih lanjut tentang games legend ini, kalian bisa search langsung di Google.com. hehe..

Melepas Rindu

6/23/2019 Add Comment
Pagi tadi dua orang teman datang ke rumahku. Mereka mengajakku ke acara halal bi halal yang diadakan di rumah makan nera, bertempat di Majalengka Kota. Setibanya disana, banyak sekali asatidz, serta tokoh dan ulama se kabupaten dan kota majalengka. ini sungguh pengalaman yang luar biasa bagiku.

Aku berniat untuk sekedar menjadi peserta pada acara silah ukhuwah tokoh dan ulama majalengka ini. Namun, tak lama kemudian panitia memintaku menjadi photografer untuk acara ini. dalam hati aku kegirangan. Bagaimana pun ini kesempatan yang tepat untuk menunjukan potensi photograpiku.

Beberapa sesi telah aku dokumentasikan, kemudian aku hendak berjalan ke arah pintu keluar untuk mendokumentasikan peserta dibagian belakang. Qadarullah aku bertemu dengannya. dengan orang yang telah ku anggap ayahku sendiri.

syukron bareng kang aras


Sosok yang mendukungku dalam membangun "Komunitas Jurnalis Muda", sosok yang membantuku ketika musibah menimpa. beliau kang aras, salah satu redaktur koran di majalengka. aku pertama kali mengenalnya ketika bersilaturahmi ke adik iparnya, dan alhamdulillah allah menghantarku berkenalan dengannya.

Sungguh luar biasa rasanya bisa bertemu dengan beliau kembali. Setelah sekian lama tidak berkomunikasi, dan berinteraksi, alhamdulillah allah pertemukan kembali. 

Berbincang dengannya seputar resolusi kojum, perkembangannya serta dukungan dari beliau untuk kojum disampaikan dalam pertemuan yang singkat itu. Ya Allah, ingin rasanya berbincang hangat se-bebas mungkin dengannya. namun apalah daya, waktu menjadi kendala. yang pasti do'aku selalu menyertainya. semoga beliau tetap dalam lindungan-Nya. Aamiin ya Rabbal'alamiin. 

Meeting dengan Teman Lama

6/09/2019 Add Comment
teman lama

Pertemanan kami sudah begitu lama. sejak sekolah dasar, sejak itulah aku mengenal dia. Faruq namanya, penampilannya masih sama seperti dulu. sederhana menutupi banyak ilmu pengetahuan dalam kepalanya, wah pokoknya inner beauty deh sobat yang satu ini. 

Karena masalah pendidikan, kami berdua harus terpisahkan pada jenjang SMA. Namun, hobby yang sama karena memang sering bersama mengasahnya, yakni design grafis membuat kami bersama kembali. saya berterimakasih pada perkembangan teknologi. jujur saja, dia temen paling dekat bagi saya, meski begitu pada tahun-tahun sebelum teknologi sepesat sekarang. dia adalah teman yang paling susah dihubungi. susah banget deh pokonya. kalau mau main, kita janjian dulu.. hihi..

kadang, saya udah nunggu lama di warnet, hanya sekedar browsing bareng. dia harus bantu ortunya dulu. meski begitu tetep datang, salutnya, dia jalan kaki lewatin 3 desa. Masya allah, terharu memang kenangan dulu. semoga dia tetap dalam lindungan Allah swt dalam setiap langkah hidupnya. aamiin ya rabbal'alamiiin..

syukron dan faruq syukron dan faruq
syukron dan faruq syukron dan faruq
syukron dan faruqanan dan iswa

Dalam perjalannya, susah untuk berkreasi sendiri akhirnya saya kembali temukan sosok yang juga berpengaruh dalam hidup saya, yakni iswa sebagai adik saya sendiri dan anan sebagai teman semasa SMA sampai sekarang ini. Alhamdulillah di bulan syawwal yang mulia, kita bisa bertemu bersama untuk sekedar sharing pengalaman dalam berbagai hal, dan tentunya untuk menyusun planing kedepan dalam menyambut masa dewasa kita. semoga kita semua menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Aamiin ya rabbal"alamiin..

anan dan iswa anan dan iswa
anan dan iswa anan dan iswa

Tips menilai diri sendiri

1/28/2019 Add Comment
tips-menilai-diri-sendiri-jurnal-kehidupan

"Hisablah dirimu sebelum dirimu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang." (Umar bin Khattab r.a)

Ungkapan sayyidina Umar bin Khattab di atas agaknya tepat sekali untuk membuka pembahasan kita tentang menilai diri sendiri. kita faham bahwa menilai diri sendiri tidaklah mudah. bahkan yang terjadi adalah, kita dengan mudah menilai oranglain. bahkan tak segan penilaian kita sangat subjektif, hasilnya kerapkali kita menilai buruk oranglain. parahnya orang tersebut adalah orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan bisa jadi mereka yang selalu mendukung perjuangan kita untuk meraih cita-cita. sungguh mengerikan.

Sebelum membaca lebih jauh, agaknya harus difahami terlebih dahulu bahwa artikel ini tidak menunjuk person to person, jadi maaf bila artikel ini membuat beberapa hati menjadi sakit karenanya. bahkan sejatinya artikel ini dibuat untuk penulis sendiri. untuk menjadi pengingat diri atau self reminder. semoga pembaca semua memahami sudut pandang artikel ini, aamiin ya rabbal'alamiin.

1. Bercermin diri
Langkah pertama adalah bercermin diri, maksudnya bukan bercermin secara harfiah, lebih dari itu kita harus bisa melihat ke arah diri kita. coba lihat diri kita, sejatinya kita ini memiliki sisi positif dan sisi negatif. kedua sisi ini sebenarnya cuma kita pribadi yang tahu, oranglain hanya meraba-raba, menilai dari yang sekedar terlihat. kita bisa melihat kedua sisi ini dengan tampak nyata jika dihadapkan dengan kesepian, kesendirian, atau kesunyian yang kemudian dibandingkan dengan penilaian oranglain secara harfiah kepada kita.

Jika kita dinilai sebagai sosok yang baik, berakhlak mulia oleh orang-orang terdekat kita, bahkan mereka tidak segan menggantungkan kepercayaan kepada kita. Namun ketika kita masih bisa berfikir kotor, atau bahkan berbuat maksiat ketika dihadapkan dengan kesendirian, atau kesunyian, berarti itulah sosok asli kita. sosok yang kontradiktif dengan penilaian oranglain. maka, solusinya adalah sesali, dan segera bertaubat. selagi pintu taubat masih terbuka kemudian perlahan merubah sifat tersebut.

2. Islam sebagai tolak ukur
Seperti yang kita ketahui, islam bukanlah agama yang hanya mengatur ibadah ritual, atau ibadah mahdah saja. tapi islam mengatur segalanya, islam mengatur kehidupan. mengatur hidup kita dari bangun tidur sampai tidur lagi. sehingga, dalam menilai diripun, seharusnya islamlah yang menjadi tolak ukur. sebab islam menilai hubungan kita dengan Allah swt sebagai ibadah yang bersifat vertikal, menilai juga hubungan kita dengan sesama serta lingkungan sebagai ibadah yang bersifat horizontal, dan terakhir menilai hubungan kita dengan diri kita sendiri.

Hubungan dengan diri sendiri ini harus berlandaskan dengan kepribadian islam. sebab, jika tidak berlandaskan islam maka tidak akan berdampak baik, justru sebaliknya akan menghasilkan dua sifat yang berbeda pada diri kita. sederhananya, baik dihadapan oranglain, tidak merugikan oranglain adalah baik, meskipun ketika kita sendiri terkadang kita menyakiti diri sendiri, tapikan kita tidak menyakiti oranglain. sehingga hal ini baik. inilah yang dihasilkan ketika kita menjadikan selain islam sebagai tolak ukur. tapi sebaliknya, jika kita menjadikan islam sebagai tolak ukur.

Islam menilai bahwa berbohong, atau menyakiti diri sendiri adalah perbuatan buruk, apalagi menyakiti oranglain. sehingga jika terjadi sikap perilaku yang menunjukan kita mendzolimi diri sendiri, maka kita harus faham bahwa mendzolimi diri sendiri adalah dosa, tidak boleh dilakukan. artinya kita harus segera sadar bahwa kita ini seorang muslim, dimana setiap sikap perilaku kita terikat dengan hukum syara'.

3. Fahami identitas diri
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kita harus sadar bahwa identitas kita adalah seorang muslim. dimana setiap aktivitas kita terikat dengan hukum syara', yakni halal, sunah, mubah, makruh, serta haram. apalagi kita memahami betul bahwa islam adalah agama yang komplit, lebih komplit dari pada jamu komplit mengatur seluruh aspek kehidupan, dan juga agama yang telah diridhai Allah swt, melalui firmanNya :

“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19)

Kemudian untuk tetap menjaga identitas kita, ditengah hiruk pikuk serangan sekulerisme, yang memaksa kita menjauhkan islam dari kehidupan. maka solusinya adalah tetap menjaga keimanan kita, dengan cara mengikuti kajian islam, senantiasa membaca artikel islami, video islami dari ustad-ustad yang luas keilmuannya, sehingga dengan begitu kita akan bisa menjaga identitas keislaman kita. Bahkan bukan hanya menjaga, dengan demikian kita dapat meningkatkan keimanan kita, sehingga lebih semangat dalam mengkaji islam, meskipun banyak halang dan rintang yang siap menghadang.

4. Memantaskan diri
Setelah kita menyadari bahwa agama yang kita pilih sebagai jalan hidup kita adalah islam, maka pantaskan diri kita sebagai pemeluknya. pantaskan diri kita bahwa kita benar-benar pantas untuk memperbaiki, serta menilai diri dari sudut pandang islam. sebab islam adalah pandangan hidup yang dapat melahirkan jalan hidup. jika kita memandang semuanya dengan islam, begitupula memandang serta menilai diri kita dengan islam, maka jalan hidup kita tidak lain adalah islam. maka, pantaskan diri kita untuk melaksanakan segala perintahNya, serta menjauhi segala laranganNya.
Pantaskan bahwa kita pengikut Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau adalah sosok manusia pilihan, kekasihNya, yang mendakwahkan islam keseluruh penjuru dunia. yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. sosok yang begitu dirindukan, bahkan berabad-abad setelah kematiannya.

Maka, dalam proses menilai diri sendiri ini selayaknya kita kemudian memperbaiki diri, mengikuti akhlak Rasul SAW sedikit semi sedikit. meski hal itu begitu sulit. bagaimanapun kita harus berusaha menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita, dalam berbagai hal, dari hubungan dengan keluarga, sampai dengan ruanglingkup yang lebih luas seperti memimpin negara.

5. Mulai melangkah perbaiki diri
Tidak adagunanya jika kita hanya berdiam diri, meratapi perbedaan sifat yang lahir dalam diri kita, ataupun hanya sebatas memahami 4 point di atas yang kemudian hanya berdampak pada keinginan menjadikan Nabi SAW sebagai tauladan tapi tidak ada action-nya, tidak ada geraknya.

"Mulailah perubahan dari hal kecil yang mudah dilakukan, sesederhana ramah kepada setiap orang dengan menebar senyuman." (Umar bin Khattab r.a)

Ucapan sayyidina Umar bin Khattab memang luar biasa, jika diresapi didalamnya sarat akan makna yang begitu luas. yang sangat bermanfaat untuk kita semua yang ingin memperbaiki diri. karena setelah kita faham terhadap 4 point sebelumnya, jika harus memiliki motivasi kuat untuk merealisasikan keinginan kita untuk meneladani Rasulullah SAW. dan ucapan sayyidina Umar bin Khattab ini sangat cocok untuk menjadi pelecut, atau pendorong semangat kita dalam merubah pola sikap kita. mulailah dari hal yang terkecil. perbaiki hubungan dengan sesama, Insya allah kita akan bisa menilai dan merubah diri kita secara perlahan, sebelum kita menilai buruk oranglain. Bahkan mungkin setelah kita menjalankan 5 Tips ini, tidak ada lagi ruang bagi kita untuk menilai oranglain, karena hati kita penuh dengan penilaian-penilaian terhadap diri kita sendiri. Insya allah..

 

Akhir Desember

Ade Via Widiandeany 1/12/2019 Add Comment

akhir-desember-jurnal-kehidupan


Mungkin ujian ini adalah ujian pertama yang saya dapat.
Apakah saya salah saat mengatakan kata-kata terakhir yang memang itu adalah kata-kata yang sangat menyakitkan untuk mengakhiri semuanya. Tapi saya tidak mengerti mengapa semua itu menjadi hal yang tidak saya inginkan.
Sesak, memang. Napas saya mulai tak karuan saat melihat pesan yang saya terima darinya. Pikiran saya mulai tak karuan. apa? Mengapa? Kenapa?..
Tega sekali dia memutuskan begitu saja, sehingga pesan saya pun tak pernah di balasnya. Bagaimana dengan semua omongan manis dia? Apakah dia akan memutuskan juga seperti terakhir dia memberikan pesan untuk saya?....
Kecewa, tak percaya, itulah yang saya rasakan. Apakah dia tahu mengapa saya berkata seperti itu? Dia tak bertanya sedikit pun tentang pernyataan yang saya berikan. Dia sudah salah besar tentang maksud saya berkata demikian.

Saya tak percaya....


hari berganti hari..
tahun berganti tahun..
tetap tak ada yang berubah, apakah dia sudah melupakan saya? ingin sekali menyusul Dia dan berkata.
"Sungguh  saya tak sanggup, ayo kita perbaiki hubungan ini" 

Jaman Dusta

3/27/2018 2 Comments
jaman-dusta-jurnal-kehidupan

Kita hari ini hidup di jaman dusta. dimana rasa perlunya hubungan dengan sesama justru malah dijadikan ajang untuk mencari keuntungan semata. sungguh durjana orang yang seperti itu.

ini pengalaman pahit yang luar biasa, dimana kepercayaan kita pada orang lain justru malah dikhianati demi kepentingan duniawi!
yah, contoh saja kejadian menyakitkan siang tadi. dimana saya bersama dua rekan saya pergi ke salah satu swalayan terbesar di kota cirebon untuk membetulkan hp yang rusak.

sesampainya disana ternyata garansi pada hp tersebut mati (kadaluwarsa) hanya karena terlewat satu hari doang. dengan terpaksa karena tanpa garansi, kita pergi ke konter service hp yang di rekomendasikan oleh konter pihak kami membeli hp.

setelah di konter tersebut sang petugas service menghipotesis kerusakan pada hp dan selanjutnya menegaskan bahwa itu akibat rusaknya ic sinyal pada hp. petugas merekomendasikan untuk diganti ic-nya dimana proses mengganti itu bisa ditunggu sekitar satu jam.

setelah saya berdiskusi dengan dua orang rekan saya, walau berat hati akhirnya kami pasrah meskipun hp tersebut harus dioperasi.

lama memang, walau begitu akhirnya setelah lebih dari satu jam ada juga pengumuman dari petugas tersebut. namun, kabar yang disampaikannya sungguh tidak masuk akal! dia bilang yang rusak adalah basebandnya sehingga berpengaruh pada sinyal. sedangkan yang saya lihat, symtem baseband pada hp tersebut utuh dan tidak rusak sebelum di bongkar.

bukannya jadi bener tuh hp, justru malah makin parah karena komponennya ada yang ditukar untuk kepentingan tertentu. sayangnya saya hanya ingat file nomer tipe komponen, bukan bentuk dari komponennya.

akhirnya kami bertiga harus kembali menelan ludah setelah lama menunggu sesuatu pada orang yang menurut kami kompeten dibidangnya. namun ternyata, pada jaman ini, dusta dengan mudah didapatkan diberbagai lini kehidupan. tak peduli lawan bicara anda seakhidah atau bukan. selama ada manfaat yang bisa diraih maka berdusta selalu menjadi pilihan. sungguh peradaban yang memperihatinkan.

masih adakah konter yang jujur akan apa-apa yang ia kerjakan? relahkah mengatakan yang sebenarnya untuk menyenangkan hati pelanggan? jika masih ada orang yang seperti ini, mungkin perbandingannya 1:7, sebab pada jaman ini, cara apapun bisa dilakukan untuk meraih keuntungan duniawi, tanpa memikirkan akibat dari perilaku tersebut.

Waspadalah!