Showing posts with label jalan dakwah. Show all posts
Showing posts with label jalan dakwah. Show all posts

Hijrah Diri

Megita Rubi 12/13/2017 Add Comment

hijrah-diri-jurnal-kehidupan

Untukmu yang masih berada di dalam zona kebimbangan

Merasa diri belum mantap untuk berhijrah dengan dalih belum pantas, belum baik dan lain sebagainya

Padahal untuk bersekolah sekalipun kita tidak harus menjadi pandai dulu

Justru karena ikut bersekolah kita ingin menjadi orang yang pandai

Lalu apa bedanya dengan berhijrah?

Bukankah memang dengan berhijrah kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik?


Bersegeralah dalam kebaikan

Karena tidak ada kata terlambat untuk berubah, yang ada hanya menunda-nunda apa yang seharusnya  dilakukan

Mulailah dengan satu langkah awal dan berjalanlah bersama dengan sahabat-sahabat surga

Karena seribu langkah tidak akan pernah tercipta tanpa satu langkah awal yang pasti

Tenanglah, Allah selalu bersama kita

Usia itu laksana es batu

11/20/2017 Add Comment

Ketahuilah dek, usia itu laksana es batu. digunakan ataupun tidak tetap saja akan mencair. maka apakah engkau akan tetap berleha-leha dengan usia mu yang ideal itu, atau bergerak dengan semangat mencari ilmu guna menjadi bekal di masa yang akan datang.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini adalah fana, sudah selayaknya kita ubah tujuan kita. bukan tujuan yang bersifat sementara tapi tujuan yang membawa kita sampai syurga-Nya.

Jadi, jangan lupa manfaatkan usia mu dengan sebaik-baiknya dek, jangan sampai kau menyesal dikemudian hari, sebab penyesalan selalu datang di akhir.

Kita butuh cinta

11/15/2017 1 Comment
-Guntur Mahesa Purwanto | Islamic Teens Inspirators-

kita-butuh-cinta-jurnal-kehidupan

Sehebat apapun kita berpaling terhadap CINTA , pada akhirnya kita pasti membutuhkannya.

Contoh, lelaki kekar, tegas, disiplin, berani, tangguh, dan sebagainya. pasti akan luluh juga ketika ia merasakan hadirnya cinta pada dirinya.

Permasalahan tentang hal ini adalah ketika ia tidak tahu, hilang arah bahkan tidak mau tahu ketika islam mengarahkan para penganutnya bagaimana aplikasinya.

Orang-orang yang sedang galau, gelisah atau sedang kasmaran di sosmed, dan sebagainya. Secara psikologis, mungkin dirinya memerlukan yang namanya bimbingan, bukan hujatan. Karena era sekarang itu, sosmed itu sudah menjadi DIARY.

Coba kawan-kawan jujur saja, dahulu ketika masih tahun 90-an bahkan jauh sebelumnya, tulisan itu adalah wakil dari gundahnya perasaan. Memang tidak semua orang seperti itu, tapi ini adalah argumen dari mereka-mereka yang bersikap demikian.

Memang, terkadang juga di antara kita ada yang geli ketika membaca atau membahas masalah seperti ini, bahkan risih. Itu sih kembali pada masing-masing, yang pasti ketika kita juga terlalu aneh dengan perasaan baper yang sudah over load (apalagi di sosmed), secara tidak sadar kita juga telah menjatuhkan wibawa kita.

Tapi bagi kamu yang merasa jangan sedih dan sakit hati, tetaplah perbaiki diri, biarlah setiap kesalahan adalah guru bagi kita agar senantiasa lebih baik lagi, kawan.

Berkacalah, kemudian senyumlah pada dirimu yang cantik/ tampan itu

Aurat Wanita | Bagian 2

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-03 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian2-jurnal-kehidupan

Para wanita era sekarang masih banyak yang tidak mengetahui perkara apa itu Jilbab dan Kerudung. Maaf-maaf, masih saja banyak yang sibuk dengan sinetron dan drama-drama yang sering ia tonton sehingga lalai terhadap kewajibannya sendiri dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala. Akibatnya, terlarutnya ia atas nama hiburan dan belum tentu hiburan itu pun membawa manfaat yang selayaknya ia habiskan waktunya tuk menabur pahala bagi diri dan sekelilingnya.

Tulisan tentang Kerudung dan Jilbab sebetulnya lebih koherensi jika yang menyampaikannya ialah wanita itu sendiri. Namun, bagi saya sendiri tidak masalah ketika saya sebagai pria mengetahui tentang hal ini untuk di share kan. Tetapi, bagi wanita yang membaca tulisan saya mengenai perkara ini, alangkah baiknya didakwahkan kembali, karena kalianlah yang memiliki hak dan lebih nyambung nantinya.

Oke, dari pada bingung dan penasaran silahkan simak tulisan berikut ini.

Pertama, perlu ditegaskan bahwa kita berpakaian tidak semata-mata menutup aurat! Melainkan harus syar'i.

Ada beberapa pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab.

Ibnu Rajab mengatakan jilbab itu mala-ah (kain yang menutupi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki yang dipakai melapisi baju bagian dalamnya, seperti jas hujan). Pendapat ini juga dipilih oleh al-Baghawi dalam tafsirnya dan al-Albani.

Ada juga yang berpendapat jilbab itu sama dengan khimar alias kerudung sebagaimana disebutkan oleh an-Nawawi, Ibnu Hajar, dll. As-Sindi mengatakan, “Jilbab adalah kain yang digunakan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepala, dada, dan punggung ketika keluar rumah.” (Muslimah.or.id)

Kedua, kita harus mengetahui ayat mana yang memerintahkan perkara jilbab. Jawabannya yakni Al Ahzab: 59 yang artinya sebagai berikut.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." yang demikian itu supaya mereka lebih mudah Untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS al-ahzab: 59)

Asbabun Nuzul QS. Al-Ahzab: 59 tentang wajibnya Jilbab. Diriwayatkan bahwa istri" Rasulullah pernah keluar malam untuk hajat buang air, pada waktu itu kaum munafiqin menggangu mereka dan menyakiti. Hal ini kemudian diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasul menegur kaum munafiqin. Mereka menjawab: "kami hanya mengganggu hamba sahaya." Turunlah QS. Al Azhab: 59 sebagai perintah berpakaian tertutup agar berbeda dari hamba sahaya (diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd di dalam a Thabaqat bersumber dari Abu Malik. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Sa'd bersumber dari Hasan dan Muhammad bin Ka'bal al Quradhi).

Hadits yang datang dari Ummu 'Athiyyah ra, ia berkata:

"Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar pada Idul Fitri maupun Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, dan yang lainnya. Adapun yang sedang haid, maka diperintahkan untuk meninggalkan shalat dan menyaksikan dakwah dan syiar kaum muslimin. Lalu aku bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana jika diantara kami ada yang tidak memiliki Jilbab?" Rasul SAW kemudian menjawab: "Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya." (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut Rasul tidak memberikan keringanan bagi perempuan yang tidak memiliki jilbab untuk keluar rumah hanya dengan sekedar menutup aurat. Beliau tetap memerintahkan untuk mengenakan jilbab.

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa makna jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju luar yang dipakai di luar baju rumahnya. Dalam kitab Shofwatut Tafaasir, Imam ash-shobuni, jilbab diartikan sebagai baju yang luas (wasi') yang menutupi aurat.

Dalam kitab Al-Mu'jam Al Wasit karya Dr. Ibrahim Anis (Kairo: Darul Maarif) hlm. 128. Jilbab diartikan "Ats tsaubul musytamil 'alal jasadi kullihi" (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau "ma yulbasu fauqa ast tsiyab kal milhafah" (pakaian luar yang digunakan di atas pakaian rumah, seperti milhafah (baju terusan), atau "Al Mula'ah tasytamilu biha al mar'ah" (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).

Semoga bermanfaat, jikalau ada yang perlu diluruskan atau ditambahkan silahkan. Tulisan-tulisan seperti ini sengaja dibuat dikala remaja banyak yang nongkrong di media sosial, karena itulah saya sengaja selalu menyempatkan diri menulis demikian setidaknya tulisan ini dapat lewat dan terbaca nantinya.

Aurat Wanita | Bagian 1

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-02 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian1-jurnal-kehidupan

Maraknya pelalaian terhadap perintah Allah, padahal dirinya sudah termasuk sebagai Mukallaf (Muslim yang dikenai kewajiban menjalankan perintah agama, termasuk akil baligh di dalamnya. Dikutip dari Buku Moh. Rifa'i. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. 2016. (PT. Karya Toha Putra Semarang: Semarang) Bab 1.

Tidak jarang aktivitas sosial media menjadi ajang mengumbar aurat dengan memajang fotonya sebagai modus atau mencari perhatian dalam hal fisiknya. Membiarkan begitu saja aurat bertebaran tanpa rasa bersalah dan dosa yang menyelimuti dirinya. Hal ini marak terjadi di kalangan remaja terkhusus bagi kaum wanita dalam perkara ini

 Asbabun nuzul QS. An Nuur: 31 tentang Khimar diriwayatkan Asma' binti Murtsid pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang, sehingga terlihat gelang-gelang kakinya, dada dan sanggul. Selanjutnya Asma' berkata "Alangkah buruknya pemandangan ini, maka turunlah QS. An-Nuur: 31 berkenaan dengan peristiwa tersebut yang memerintahkan kaum mu'minat menutup aurat. (diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Muqatil yang bersumber dari Jabir bin Abdillah). (Shaleh, HAA. Dahlan dan MD. Dahlan, Asbabun nuzul, 1996, hlm. 356).

Dari asbabun nuzul di atas, dijelaskan bahwa gelang" kaki, dada, sanggul perempuan Arab kala itu masih terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa saat itu mereka belum memakai Jilbab.

Kemudian, dijelaskan tentang adanya hadits yang menceritakan bagaimana para muslimah bersegera menutup kepalanya, sebelumnya mereka tidak sempurna menutupnya.

Dari 'Aisyah ra, ia berkata: "semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya. "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dadanya" (TQS An-Nuur: 31) maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka dan menutup kepala mereka dengannya". (HR. Bukhari)

Bagaimana dengan cerita di atas tadi? Ketika turun ayat mereka langsung taat, sami'na wa ato'na (kami dengar dan kami taat). Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari Shafiyah binti Syaibah ra, bahwa 'Aisyah ra menuturkan wanita Anshar kemudian beliau memuji mereka dan berkata tentang mereka dengan baik. Beliau berkata "ketika diturunkan Surat An-Nuur: 31, maka mereka mengambil kain-kain Tirai mereka kemudian merobeknya dan menjadikannya kerudung."

Sekali lagi sebelum lanjut membaca. Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari kisah di atas, bagaimana perbedaan mental para sahabiyah terdahulu dengan wanita muda sekarang?

Mirisnya di era sekarang, uang untuk membeli kerudung saja sudah bisa terbeli dan harganya tidak terlalu fantastis. Namun sayangnya, masih banyak mayoritas yang lebih mengutamakan pakaian trendi ala barat walau harus melabrak syariat bahkan tidak memperdulikan urusan agama walau harus dibeli dengan harga yang aduhai.

Padahal, makna dari pakaian yang dipakai itu apa? Dapatkah pakaiannya yang mahal dan trendi itu menyelamatkannya di Akhirat kelak? Apakah itu kebahagiaan ketika kita membelinya? Ataukah tergiur dengan adanya istilah trend?

Banyak yang sibuk mencari majalah-majalah atau search tentang model pakaian-pakaian yang lagi ngetop tapi mengabaikan bagaimana islam mengatur pakaian yang syar'i dalam kehidupannya, bahkan mirisnya lagi mereka malah mengenal asing yang namanya pakaian syar'i muslimah itu sendiri. Yang mereka kenali ialah kerudung dengan bawahan Jeans atau baju yang ketat.

Efek dari jauhnya diri dari agama ialah ibarat kita bertamasya yang berharap indah saat perjalanannya namun ujungnya tersesat di dalamnya, sehingga datanglah bala bahaya yang datang mengancamnya.

Istiqomah menempuh jannah

10/24/2017 2 Comments
-Ucu Supriadi | Islamic Teens Inspirators-

istiqomah-menempuh-jannah-jurnal-kehidupan

Tetap bertahan di atas jalan-jalan kebaikan, meskipun menyakitkan, sendirian, bahkan dikucilkan sekalipun, tetaplah berdiri kokoh.

Untuk awalan, (mungkin) jalannya terpatah-patah, jatuh bangun, keseleo, namun hari berganti hari, waktu akan mendewasakan kita, menjadikan kita pribadi-pribadi yang tegar, laksana karang di dasar lautan.

Kelak, kesabaran dan keteguhan langkah kita akan abadi dalam sejarah, dikenang jutaan orang, ditangisi jutaan pasang mata, melahirkan air mata inspirasi, keringat-keringat perjuangan.

Dek, selalu terjaga dalam kebaikan.