Showing posts with label Dakwah Remaja. Show all posts
Showing posts with label Dakwah Remaja. Show all posts

KIR 19 - Menjadi Generasi Ismail Masa Kini

8/04/2019 Add Comment
KIR 19 - Menjadi Generasi Ismail Masa Kini


CIREBON- Kajian Islam Remaja(KIR) kali ini menyuguhkan sebuah tema" Menjadi Generasi Ismail Masa kini" yang dilaksanakan pada pukul 08.00 - 11.30 WIB, di Mahad Nurul Falah (04/08/2019) Pembahasan kali ini begitu menarik untuk para remaja cerna sebagai wawasan islamiyah, yang dimana momen yang begitu pas dekat dengan hari raya idhul Adha, yang biasa kita sebut hari raya qurban.

Kak asep selaku pemateri menyampaikan terlebih dahulu bagaimana awalnya sebuah qurban, hal itu pun di jelaskan bagaimana seorang ayah (nabi Ibrahim As) diharuskan untuk menyembelih anaknya yang tercinta (nabi Ismail As), awalnya beliau ragu tentang datangnya perintah itu, namun Allah pun menguatkannya,hingga sang anak (nabi Ismail As) menaati apa yang Allah perintahkan kepada Ayahnya dengan keikhlasan dan ketabahannya.

Hingga hari yang ditunggu tiba, nabi ismail As sudah siap dengan semuanya. Namun apa yang terjadi ketika ayahnya (nabi Ibrahim As) bersiap-siap menyembelihnya, tiba-tiba saja didepannya itu bukanlah sang anak melainkan domba yang gemuk nan sehat. Dari hal ini maka kita ambil ibrah atau pelajaran bahwasanya Allah menguji hambanya-hambanya dan diakhiri dengan hadiah yang terindah yang tak pernah orang terima. Dan jadilah ismail yang selalu taat kepada Allah, dan terus berupaya di jalan-Nya.

Maka patutlah kita sebagai remaja generasi sekarang untuk menambah kualitas iman kita, mengajak teman-teman ke jalan yang benar dengan iman, kita jangan pernah kalah dengan mereka yang disana yang bersemangat dengan maksiatnya.

Dilain kesempatan, pemateri kedua yakni Kak Qadir menyampaikan dalil keistimewaan sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah, yang mana pada hari tersebut adalah hari yang dicintai Allah swt untuk beramal shaleh, Kak Qadir juga menyampaikan hujjahnya yakni Perkataan Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah Bersabda :

“Tidak ada hari yang beramal sholeh lebih Allah swt cintai dari hari-hari ini (yaitu hari sepuluh di bulan DzulHijjah). Para sahabat berkata: Wahai Rasul, walaupun jihad di jalan Allah swt? Beliau berkata: Walaupun jihad di jalan Allah swt kecuali seseorang yang keluar dengan membawa diri dan hartanya lalu dia tidak kembali sedikitpun".

(HR. Abu Daud, riwayat yang semakna dengan ini banyak seperti disebutkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya)

Pada kesempatan lain, pemateri ketiga menyampaikan tentang “sekolah sukses, dakwah yess”. Materi yang sampaikan Kak Ilham ini berporos pada pentingnya dakwah meskipun dalam kesibukan sekolah, sebab dakwah adalah aktivitas mulia. Dakwah adalah aktivitas para Nabi, dan umat islam mendapatkan peran yang penting, sebab umat islam diwariskan aktivitas ini, sehingga umat islam sepanjang masa mengemban aktivitas ini.

Kak Ilham juga menyampaikan tentang pentingnya menejement waktu. Sebab sebanyak apapun aktivitas kita, sesibuk apapun kita, jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik maka akan sia-sia, untuk itu sangat diperlukan perencanaan yang matang dalam mengerjakan aktivitas. Sebab jika “gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan” papar Kak Ilham dalam materi ketiga.

Kemudian solusi untuk mengatur waktu yang baik adalah dengan mengaji, sebab dengan mengkaji islam maka setiap individu akan termotivasi untuk melaksanakan ibadah secara sukacita, bukan terpaksa. Bahkan berlomba-lomba dalam kebaikan.

report by : D. ervin & Syukron

Peringati Isra Miraj Sejumlah Tokoh Pemuda Cirebon Angkat Bicara

4/04/2019 Add Comment

KIR-16-jurnal-kehidupan

Cirebon - Isra Mi'raj merupakan momentum di mana keimanan kaum muslimin diasah saat Rasullah SAW. menceritakan pengalaman hijrahnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang seharusnya terjadi selama berbulan-bulan jika ditempuh dalam perjalanan normal, menjadi hanya satu malam singkat. Terang Guntur selaku Koordinator LDS Cirebon.

Ia melanjutkan, adanya perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha yang waktu itu Rasullah SAW. selain menerima perintah shalat yang mulanya 50 waktu menjadi 5 waktu, adanya buroq, serta dialog bersama beberapa Nabi seperti Nabi Adam As. dan Musa As. kemudian Rasulullah diperlihatkan keindahan surga dan pedihnya neraka beserta azab kubur oleh Allah SWT. yang semua itu kemudian menimbulkan reaksi yang sangat dahsyat dihadapan penduduk Makkah baik dari kalangan kafir khususnya Abu Jahal dan Abu Sofyan beserta mereka yang telah beriman dan menjadi pengikut Rasulullah. Lanjut Guntur dihadapan peserta Kajian Islam Remaja edisi 16 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Sekolah Cirebon bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus yang bertempat di Masjid Nurul Falah Perum. Harjamulia Indah Cirebon, Rabu (3/4).

Dalam acara yang didukung oleh Komunitas Royatul Islam (KARIM) Indonesia wilayah Cirebon dan Zulfah Hijab, Guntur melanjutkan bahwa kaum muslimin hidup dalam 5 fase. Fase pertama, ialah fase Kenabian. Fase kedua, merupakan fase Khilafah ala Minhaj Nubuwwah (Khulafaur Rasyidin). Fase ketiga, adalah fase Khilafah dengan konsep Kerajaan/fase Kerajaan Menggigit. Fase keempat, adalah fase yang dialami kaum muslimin saat ini yang dinamakan dengan fase Mulkan Jabariyyan atau Kekuasaan Diktator. Terakhir, ia menjelaskan bahwa kita harus mempercayai dan mempersiapkan diri bahwa fase berikutnya akan terjadi yaitu tegaknya kembali Islam dalam bingkai Daulah Khilafah ala Minhaj Nubuwwah.

Koordinator LDS Cirebon tersebut menegaskan bahwa kita sebagai umat Islam pada hakikatnya sedang diasah kembali dengan adanya hadits yang menjelaskan bahwasanya Islam nanti akan tegak kembali. Hal itu seperti Rasullah SAW. ketika menyampaikan peristiwa isra mi'rajnya yang kemudian ada yang membangkangnya seperti penolakan yang dilakukan Abu Jahal dan Abu Sofyan, dan ada pula yang mempercayainya seperti keyakinan Abu Bakar Shidiq ra. tatkala mendengar penjelasan peristiwa isra dan mi'raj yang dialami oleh Rasulullah SAW.

Di pertengahan acara, para peserta disuguhkan berbagai video Komunitas Royatul Islam yang di dalamnya berisi pentingnya mengenal dan mencintai bendera Islam dan panji Rasulullah SAW. 

Kemudian, salah satu perwakilan dari KARIM Indonesia wilayah Cirebon, Ilham Zairi, sembari dipandu rekannya dalam mengibarkan bendera dihadapan para peserta KIR #16 menjelaskan bahwa bendera yang berwarna hitam dan bertuliskan kalimat tauhid adalah panji Rasulullah yang disebut dengan Rayah. Sedangkan yang putih dan bertuliskan kalimat tauhid disebut dengan Liwa. Ia mengutip hadits, " Panji (Royah) Rasullah SAW berwarna hitam dan benderanya (Liwa) berwarna putih, tertulis didalamnya kalimat Laa Illahaillah Muhammad Rasullah" (HR. Thabrani)

Ia pun menegaskan bahwa Al Liwa dan Ar Rayah adalah bendera pemersatu umat Islam dan umat harus cinta terhadapnya. Bendera tersebut memiliki sejarah ketika Rasul dan para sahabatnya berjihad melawan kebatilan. Lalu, hendaknya kaum muslimin memuliakannya, menjaganya, mensosialisasikannya agar jangan ada yang menghinanya lagi. Ia pun menjelaskan bahwa banyak sekali aktivitas KARIM Indonesia khususnya wilayah Cirebon dalam memperkenalkan bendera tersebut dan salah satunya ialah dikibarkannya Al Liwa dan Ar Rayah di puncak Gunung Ciremai sebagai wujud cinta terhadap Islam.

Selanjutnya, Galih fitra Hidayat selaku tim dari BKLDK Cirebon menjelaskan materi berkenaan tentang Palestina yang terus dijajah hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang penuh peristiwa dan harus diingat-ingat kembali. Selain dari adanya peristiwa isra mi'raj, ia menjelaskan bahwa di bulan Rajab terdapat peristiwa penaklukan Yerussalem oleh Salahuddin Al Ayubi yang sebelumnya terjadi pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra.

Galih menjelaskan bahwa nasib Palestina hingga saat ini semakin hari semakin terpuruk. Baginya, solusi hakiki masalah Palestina bukan sebatas memberikan bantuan seperti pakaian, makanan, dan obat-obatan saja. Akan tetapi, perlunya jihad fi sabilillah serta bersatunya umat dalam sistem Islam bernama Khilafah.

Karena, akar permasalahan Palestina ialah adanya intervensi Israel yang dibantu oleh negara-negara adidaya seperti Amerika, Inggris, dan sekutunya dalam merebut tanah wakaf milik kaum muslimin. Lanjut Galih.

Sebelum pemateri berikutnya menyampaikan tema dan gagasannya, salah seorang panitia, Bagus Prasetyo, mengajak kepada para peserta untuk sejenak mengingat saudara muslim di Palestina dengan bersama-sama melantunkan shalwat asygil serta menggalang dana untuk disalurkan kepada mereka.

Para peserta yang dihadiri oleh laki-laki dan perempuan berstatus mahasiswa dan pelajar berjumlah sekitar 100-an, turut serta melantunkan shalawat dan menyisihkan sebagian hartanya untuk disumbangkan kepada saudara muslim di Palestina.

Berikutnya, pemateri ke-3 diisi oleh Dede Ervin selaku Ketua LDK Nurul Falah menjelaskan betapa pentingnya penegakkan Khilafah. Bahwa, Khilafah adalah Junnah/Perisai bagi kaum muslimin dan merupakan mahkota kewajiban agar umat Islam dapat hidup damai, sejahtera, dan tentram dalam beribadah.

Ia menjelaskan bahwa kejadian yang sempat menimpa umat Islam di Selandia Baru merupakan bukti bahwa umat Islam hari ini telah kehilangan sesosok Khalifah yang berfungsi sebagai Junnah dalam melindungi umatnya. Lanjut Ketua LDK Nurul Falah.

Selanjutnya, Ketua BKLDK Cirebon Syukron Fadhillah berkata, "Ada atau tidaknya kita, berjuang atau diamnya kita, Khilafah akan tetap tegak. Namun, yang jadi masalah, apakah kita akan menjadi pemain ataukah penonton, itu adalah pilihan. Yang pasti, nanti di akhir akan ada pertanggungjawaban tentang amaliyah kita." Terang Syukron selaku pemateri terakhir dalam forum Kajian Islam Remaja edisi 16 dengan tema "Titik Tolak Dakwah Rasulullah SAW."

Kegiatan yang dipandu oleh Asep Suryadi dan Abhariyah berjalan dengan lancar dan tertib yang sebelumnya dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh kang Qodir, kemudian ditutup dengan do'a bersama oleh kang Ruyadi. [Infokom LDS Cirebon]

Kita butuh cinta

11/15/2017 1 Comment
-Guntur Mahesa Purwanto | Islamic Teens Inspirators-

kita-butuh-cinta-jurnal-kehidupan

Sehebat apapun kita berpaling terhadap CINTA , pada akhirnya kita pasti membutuhkannya.

Contoh, lelaki kekar, tegas, disiplin, berani, tangguh, dan sebagainya. pasti akan luluh juga ketika ia merasakan hadirnya cinta pada dirinya.

Permasalahan tentang hal ini adalah ketika ia tidak tahu, hilang arah bahkan tidak mau tahu ketika islam mengarahkan para penganutnya bagaimana aplikasinya.

Orang-orang yang sedang galau, gelisah atau sedang kasmaran di sosmed, dan sebagainya. Secara psikologis, mungkin dirinya memerlukan yang namanya bimbingan, bukan hujatan. Karena era sekarang itu, sosmed itu sudah menjadi DIARY.

Coba kawan-kawan jujur saja, dahulu ketika masih tahun 90-an bahkan jauh sebelumnya, tulisan itu adalah wakil dari gundahnya perasaan. Memang tidak semua orang seperti itu, tapi ini adalah argumen dari mereka-mereka yang bersikap demikian.

Memang, terkadang juga di antara kita ada yang geli ketika membaca atau membahas masalah seperti ini, bahkan risih. Itu sih kembali pada masing-masing, yang pasti ketika kita juga terlalu aneh dengan perasaan baper yang sudah over load (apalagi di sosmed), secara tidak sadar kita juga telah menjatuhkan wibawa kita.

Tapi bagi kamu yang merasa jangan sedih dan sakit hati, tetaplah perbaiki diri, biarlah setiap kesalahan adalah guru bagi kita agar senantiasa lebih baik lagi, kawan.

Berkacalah, kemudian senyumlah pada dirimu yang cantik/ tampan itu

Peran Media Dalam Membentuk Remaja

11/07/2017 1 Comment
peran-media-dalam-membentuk-remaja-jurnal-kehidupan

Media sangat berpengaruh dalam pembentukan pola pikir pembacanya. Bila dilihat dari sudut pandang remaja, media bisa membuat remaja tumbuh dan berkembang sesuai syari’at islam, kalau medianya islami, kalau tidak islami atau sekuler maka remaja yang terpengaruh pun akan menjadi sekuler atau jauh dari islam.

Dari banyaknya media, yang akan kita tekankan adalah media sosial.
Banyak remaja dan pelajar menjadikan media sosial sebagai rumah kedua untuk mencari teman, mencari informasi, menambah wawasan, bahkan sampai curhat-curhatan.

Untuk membentuk remaja yang berkarakter islami perlu media yang dapat membimbingnya melewati lika-liku perubahan jaman yang membuat kepribadian remaja islam terancam seperti jaman sekarang ini. Bisa kita lihat di media sosial, begitu banyak orang mengshare artikel tidak bermanfaat, melike sesuatu sesuai trendnya, seperti Yuk KeepSmile, goyang bang jali, Om Telolet, Marsmellow, dan lain sebagainya. 

Dan ketika hal sepele yang berkembang mengikuti trend itu di share, maka akan semakin banyak orang yang melihat. Dengan semakin banyak yang melihat, semakin banyak pula yang latah terpengaruh. Setelah terpengaruh, lihat saja sikap dia di dunia nyata, akan jelas terlihat kelatahannya. 

Perlu kita sadari, islam memiliki penyelesaian yang lengkap untuk mengatur pola pikir, dan pola sikap kita. Maka di manapun kita bergaul jangan pernah lupa akan islam. Tetaplah di koridor syari’atNya walau perlu usaha keras, dan sabar yang luas dalam menghadapi ujiannya. Begitu pula bergaul dalam media sosial, tetaplah memegang teguh bara Islam, jangan share dan like sesuatu yang tak ada manfaatnya. Jangan pula setuju buta dengan sesuatu yang belum tentu kebenarannya, seperti isu teroris yang menyudutkan kaum muslim, isu islam radikal yang memecahbelah bangsa, dan lain sebagainya.

Aurat Wanita | Bagian 2

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-03 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian2-jurnal-kehidupan

Para wanita era sekarang masih banyak yang tidak mengetahui perkara apa itu Jilbab dan Kerudung. Maaf-maaf, masih saja banyak yang sibuk dengan sinetron dan drama-drama yang sering ia tonton sehingga lalai terhadap kewajibannya sendiri dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala. Akibatnya, terlarutnya ia atas nama hiburan dan belum tentu hiburan itu pun membawa manfaat yang selayaknya ia habiskan waktunya tuk menabur pahala bagi diri dan sekelilingnya.

Tulisan tentang Kerudung dan Jilbab sebetulnya lebih koherensi jika yang menyampaikannya ialah wanita itu sendiri. Namun, bagi saya sendiri tidak masalah ketika saya sebagai pria mengetahui tentang hal ini untuk di share kan. Tetapi, bagi wanita yang membaca tulisan saya mengenai perkara ini, alangkah baiknya didakwahkan kembali, karena kalianlah yang memiliki hak dan lebih nyambung nantinya.

Oke, dari pada bingung dan penasaran silahkan simak tulisan berikut ini.

Pertama, perlu ditegaskan bahwa kita berpakaian tidak semata-mata menutup aurat! Melainkan harus syar'i.

Ada beberapa pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab.

Ibnu Rajab mengatakan jilbab itu mala-ah (kain yang menutupi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki yang dipakai melapisi baju bagian dalamnya, seperti jas hujan). Pendapat ini juga dipilih oleh al-Baghawi dalam tafsirnya dan al-Albani.

Ada juga yang berpendapat jilbab itu sama dengan khimar alias kerudung sebagaimana disebutkan oleh an-Nawawi, Ibnu Hajar, dll. As-Sindi mengatakan, “Jilbab adalah kain yang digunakan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepala, dada, dan punggung ketika keluar rumah.” (Muslimah.or.id)

Kedua, kita harus mengetahui ayat mana yang memerintahkan perkara jilbab. Jawabannya yakni Al Ahzab: 59 yang artinya sebagai berikut.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." yang demikian itu supaya mereka lebih mudah Untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS al-ahzab: 59)

Asbabun Nuzul QS. Al-Ahzab: 59 tentang wajibnya Jilbab. Diriwayatkan bahwa istri" Rasulullah pernah keluar malam untuk hajat buang air, pada waktu itu kaum munafiqin menggangu mereka dan menyakiti. Hal ini kemudian diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasul menegur kaum munafiqin. Mereka menjawab: "kami hanya mengganggu hamba sahaya." Turunlah QS. Al Azhab: 59 sebagai perintah berpakaian tertutup agar berbeda dari hamba sahaya (diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd di dalam a Thabaqat bersumber dari Abu Malik. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Sa'd bersumber dari Hasan dan Muhammad bin Ka'bal al Quradhi).

Hadits yang datang dari Ummu 'Athiyyah ra, ia berkata:

"Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar pada Idul Fitri maupun Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, dan yang lainnya. Adapun yang sedang haid, maka diperintahkan untuk meninggalkan shalat dan menyaksikan dakwah dan syiar kaum muslimin. Lalu aku bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana jika diantara kami ada yang tidak memiliki Jilbab?" Rasul SAW kemudian menjawab: "Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya." (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut Rasul tidak memberikan keringanan bagi perempuan yang tidak memiliki jilbab untuk keluar rumah hanya dengan sekedar menutup aurat. Beliau tetap memerintahkan untuk mengenakan jilbab.

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa makna jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju luar yang dipakai di luar baju rumahnya. Dalam kitab Shofwatut Tafaasir, Imam ash-shobuni, jilbab diartikan sebagai baju yang luas (wasi') yang menutupi aurat.

Dalam kitab Al-Mu'jam Al Wasit karya Dr. Ibrahim Anis (Kairo: Darul Maarif) hlm. 128. Jilbab diartikan "Ats tsaubul musytamil 'alal jasadi kullihi" (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau "ma yulbasu fauqa ast tsiyab kal milhafah" (pakaian luar yang digunakan di atas pakaian rumah, seperti milhafah (baju terusan), atau "Al Mula'ah tasytamilu biha al mar'ah" (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).

Semoga bermanfaat, jikalau ada yang perlu diluruskan atau ditambahkan silahkan. Tulisan-tulisan seperti ini sengaja dibuat dikala remaja banyak yang nongkrong di media sosial, karena itulah saya sengaja selalu menyempatkan diri menulis demikian setidaknya tulisan ini dapat lewat dan terbaca nantinya.

Aurat Wanita | Bagian 1

10/25/2017 Add Comment
Mustanir Rasyid-02 Agustus 2017

aurat-wanita-bagian1-jurnal-kehidupan

Maraknya pelalaian terhadap perintah Allah, padahal dirinya sudah termasuk sebagai Mukallaf (Muslim yang dikenai kewajiban menjalankan perintah agama, termasuk akil baligh di dalamnya. Dikutip dari Buku Moh. Rifa'i. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. 2016. (PT. Karya Toha Putra Semarang: Semarang) Bab 1.

Tidak jarang aktivitas sosial media menjadi ajang mengumbar aurat dengan memajang fotonya sebagai modus atau mencari perhatian dalam hal fisiknya. Membiarkan begitu saja aurat bertebaran tanpa rasa bersalah dan dosa yang menyelimuti dirinya. Hal ini marak terjadi di kalangan remaja terkhusus bagi kaum wanita dalam perkara ini

 Asbabun nuzul QS. An Nuur: 31 tentang Khimar diriwayatkan Asma' binti Murtsid pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang, sehingga terlihat gelang-gelang kakinya, dada dan sanggul. Selanjutnya Asma' berkata "Alangkah buruknya pemandangan ini, maka turunlah QS. An-Nuur: 31 berkenaan dengan peristiwa tersebut yang memerintahkan kaum mu'minat menutup aurat. (diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Muqatil yang bersumber dari Jabir bin Abdillah). (Shaleh, HAA. Dahlan dan MD. Dahlan, Asbabun nuzul, 1996, hlm. 356).

Dari asbabun nuzul di atas, dijelaskan bahwa gelang" kaki, dada, sanggul perempuan Arab kala itu masih terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa saat itu mereka belum memakai Jilbab.

Kemudian, dijelaskan tentang adanya hadits yang menceritakan bagaimana para muslimah bersegera menutup kepalanya, sebelumnya mereka tidak sempurna menutupnya.

Dari 'Aisyah ra, ia berkata: "semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya. "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dadanya" (TQS An-Nuur: 31) maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka dan menutup kepala mereka dengannya". (HR. Bukhari)

Bagaimana dengan cerita di atas tadi? Ketika turun ayat mereka langsung taat, sami'na wa ato'na (kami dengar dan kami taat). Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari Shafiyah binti Syaibah ra, bahwa 'Aisyah ra menuturkan wanita Anshar kemudian beliau memuji mereka dan berkata tentang mereka dengan baik. Beliau berkata "ketika diturunkan Surat An-Nuur: 31, maka mereka mengambil kain-kain Tirai mereka kemudian merobeknya dan menjadikannya kerudung."

Sekali lagi sebelum lanjut membaca. Lalu bagaimana dengan kamu wahai muslimah? Bukankah dahulu mereka (wanita Arab) jahiliyah? Bandingkan denganmu yang sekarang islam dari lahir? Renungilah...

Dari kisah di atas, bagaimana perbedaan mental para sahabiyah terdahulu dengan wanita muda sekarang?

Mirisnya di era sekarang, uang untuk membeli kerudung saja sudah bisa terbeli dan harganya tidak terlalu fantastis. Namun sayangnya, masih banyak mayoritas yang lebih mengutamakan pakaian trendi ala barat walau harus melabrak syariat bahkan tidak memperdulikan urusan agama walau harus dibeli dengan harga yang aduhai.

Padahal, makna dari pakaian yang dipakai itu apa? Dapatkah pakaiannya yang mahal dan trendi itu menyelamatkannya di Akhirat kelak? Apakah itu kebahagiaan ketika kita membelinya? Ataukah tergiur dengan adanya istilah trend?

Banyak yang sibuk mencari majalah-majalah atau search tentang model pakaian-pakaian yang lagi ngetop tapi mengabaikan bagaimana islam mengatur pakaian yang syar'i dalam kehidupannya, bahkan mirisnya lagi mereka malah mengenal asing yang namanya pakaian syar'i muslimah itu sendiri. Yang mereka kenali ialah kerudung dengan bawahan Jeans atau baju yang ketat.

Efek dari jauhnya diri dari agama ialah ibarat kita bertamasya yang berharap indah saat perjalanannya namun ujungnya tersesat di dalamnya, sehingga datanglah bala bahaya yang datang mengancamnya.